Sabtu, 11 April 2026

Bacaan Doa

Doa Buka Puasa Qadha Ramadhan, Membuka Pintu Berkah dari Allah SWT

Doa buka puasa qadha Ramadhan dapat membuka pintu berkah dari Allah SWT. Muslim yang berpuasa dianjurkan menyegerakan berbuka jika sudah waktunya.

Editor: Suci BangunDS

Rasulullah SAW memberikan tuntunan sederhana namun penuh hikmah dalam berbuka puasa, yaitu memulainya dengan sesuatu yang manis seperti kurma. Jika kurma tidak tersedia, maka air putih menjadi pilihan yang dianjurkan. Kebiasaan ini bukan hanya sunnah, tetapi juga sangat baik untuk membantu tubuh beradaptasi setelah berpuasa.

Kurma mengandung gula alami yang dapat dengan cepat mengembalikan energi, sedangkan air putih membantu menghidrasi tubuh.

Dari Anas bin Malik radhiyallahuanhu: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad, 3/164, hasan shahih).

3. Awali Berbuka dengan Bismillah

Mengawali berbuka puasa dengan membaca bismillah merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Dengan menyebut nama Allah sebelum makan dan minum, seorang muslim menanamkan kesadaran bahwa nikmat berbuka adalah karunia dari-Nya yang patut disyukuri.

Membaca bismillah juga menjadi pembuka keberkahan dalam setiap suapan yang masuk ke dalam tubuh. Jika seseorang lupa membacanya di awal, Islam tetap memberi tuntunan untuk mengucapkannya di tengah atau di akhir, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala (yaitu membaca bismillah). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih).

4. Membaca Doa Berbuka Puasa

Setelah membaca bismillah, dianjurkan untuk melanjutkan dengan doa berbuka puasa. Doa ini menjadi ungkapan syukur sekaligus pengakuan bahwa puasa yang dijalani dan rezeki yang dinikmati semuanya berasal dari Allah SWT.

Membaca doa saat berbuka juga menambah nilai spiritual dalam momen tersebut. Tidak hanya sekadar makan dan minum, berbuka menjadi waktu yang penuh makna karena disertai dzikir dan doa, sebagaimana diriwayatkan:

“Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu-ed’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka)”

5. Tidak Berlebihan Saat Berbuka

Islam mengajarkan sikap sederhana dan seimbang, termasuk saat berbuka puasa. Setelah seharian menahan lapar, seseorang sering tergoda untuk makan berlebihan. Padahal, makan secukupnya jauh lebih baik bagi kesehatan dan kenyamanan tubuh.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa perut tidak seharusnya diisi secara berlebihan. Tubuh hanya membutuhkan porsi yang cukup untuk menopang aktivitas dan ibadah, sebagaimana sabda beliau:

“Tidak ada tempat paling buruk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya. Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalaupun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR. Ahmad, an-Nasa’i dan At-Tirmidzi).

Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa

Kementerian Agama menjelaskan, setiap muslim yang berpuasa dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa apabila sudah waktunya.

Ada beberapa keutamaan menyegerakan berbuka puasa yang perlu diketahui oleh muslim, di antaranya:

1. Dicintai Allah Swt

Menyegerakan berbuka puasa termasuk amalan yang mendatangkan kecintaan Allah Swt. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved