Pilkada Serentak 2024
Malam-malam Cak Imin Datangi Rumah Dinas Prabowo, Bahas Pembentukan KIM Plus?
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendatangi rumah dinas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendatangi rumah dinas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Jalan Widya Chandra III, Jakarta, Kamis (8/8/2024) malam.
Pantauan Tribunnews di lokasi, Cak Imin datang memakai mobil Alphard berwarna hitam sekira pukul 18.45 WIB. Dia terlihat didamping oleh Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid.
Cak Imin terlihat memakai kemeja berwarna putih dengan celana berwarna krem lengkap dengan peci berwarna hitam. Kendarannya pun langsung masuk ke dalam rumah dinas Prabowo.
Kedatangan Cak Imin langsung disambut oleh Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Seusai saling bersalaman, mereka pun langsung masuk ke dalam rumah Prabowo.
Sebelum itu, ajudan Prabowo, Mayor Teddy Indra Wijaya sempat terlihat di halaman rumah dinas Prabowo.
Dia terlihat sedang mempersiapkan kendaraan yang akan masuk ke dalam rumah.
Adapun kedatangan Cak Imin di tengah kabar pembentukan koalisi Indonesia maju plus dalam Pilkada Jakarta 2024. Namun, tidak diketahui secara pasti apakah mereka akan membahas seputar pembentukan koalisi.
Diberitakan sebelumnya, sinyal ada partai politik (parpol) yang bergabung ke dalam koalisi Indonesia maju (KIM) semakin menguat. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia pun memberikan sinyal ada parpol yang akan segera bergabung.
Doli mengatakan bahwa adanya parpol yang akan bergabung KIM seusai Golkar menawarkan Ridwan Kamil menjadi cagub Jakarta. Dia mengklaim banyak parpol di luar KIM yang menyambut positif.
"Kami pun juga menawarkan proposal soal Ridwan Kamil ini bukan hanya ke KIM, tapi juga ke partai partai lain yang memang memungkinkan untuk meraka ikut bisa bersama sama mengusung RK. Nah sejauh ini alhamadulillah responnya juga positif dari partai partai politik itu," kata Doli di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Hanya saja, kata Doli, proses pemberian dukungan terhadap RK di Pilgub Jakarta itu sudah memasuki tahap akhir. Nantinya, keputusan pemberian dukungan itu hanya tinggal di tahap keputusan pimpinan partai.
"Tinggal sekarang kita dalam proses pematangan lah kira kira gitu. Mungkin perlu ada satu lagi step di level pimpinan tertinggi antar partai politik kami masing-masing untuk menuntaskan dan memfinalkan siapa, sepakat bulat mendukung RK dan siapa yang akan menjadi pasangannya, itu satu," pungkasnya.
Adapun KIM plus nantinya berisikan koalisi besar dari seluruh partai politik. Dengan begitu, KIM plus berpeluang besar akan melawan kotak kosong dalam kontestasi di Pilkada Jakarta.
Nantinya, KIM plus akan mengusung Ridwan Kamil menjadi cagub Jakarta 2024. Sementara itu, calon wakil gubernurnya masih belum terungkap siapa sosoknya.
Dengan deklarasi bersama ini, Gubernur petahana, Anies Baswedan hampir dipastikan akan gagal maju di Pilkada Jakarta 2024. Sebab, PKS, NasDem dan PKB yang sempat akan mendukung Anies akan membelot ke KIM plus.
Hanya saja, hanya tinggal PDIP yang masih belum memutuskan mengenai Pilkada Jakarta. Namun, perolehan suara partai berlambang banteng itu tidak cukup untuk mengusung calon sendiri.
PKS Kasih Sinyal Tinggalkan Anies
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui partainya membuka peluang meninggalkan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024.
Partai besutan Ahmad Syaikhu itu mengklaim batalnya dukungan itu karena Anies.
Kabar tersebut disampaikan oleh Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid.
Menurutnya, Anies dianggap telah gagal untuk mencari mitra koalisi yang bisa mengusung duet Anies Baswedan dan Sohibul Iman (AMAN) di Pilkada Jakarta.
Sebagai partai pemenang di Jakarta, PKS sudah memutuskan bahwa kadernya harus tetap ikut dalam kontestasi Pilkada Jakarta. Kadernya itu harus dimajukkan sebagai cagub ataupun cawagub.
"Mas Anies sudah diberikan karpet merah dengan memperoleh 18 kursi PKS. Bahkan Presiden PKS Ahmad Syaikhu sampai turun gunung mencari mitra koalisi buat Mas Anies agar bisa memenuhi kekurangan kursi tersebut," kata Kholid saat dikonfirmasi, Rabu (7/8/2024).
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan pasangan AMAN berlayar, dan kami sangat berharap Mas Anies sebagai kandidat bisa memenuhi kekurangan 4 kursi tersebut," lanjutnya.
PKS, kata Kholid, membuka peluang untuk memilih opsi lain selain Anies Baswedan di Pilkada Jakarta. Menurutnya, Anies telah gagal mendapatkan koalisi yang bisa mengusung AMAN di Jakarta.
Baca juga: Pengumuman Ridwan Kamil dan Pasangannya di Pilgub Jakarta akan Disampaikan Langsung Pimpinan KIM
"Sebenarnya, tenggat waktu 40 hari sejak 25 Juni deklarasi AMAN adalah waktu yang seharusnya cukup bagi Mas Anies untuk mengusahakan agar tiket ini berlayar. Maka PKS mulai membuka komunikasi dengan semua pihak agar ada kepastian bahwa kami bisa ikut berkontestasi di Pilkada," jelasnya.
Karena itu, Kholid menambahkan pimpinan PKS kali ini sudah mulai serius membicarakan opsi untuk bergabung ke dalam koalisi Indonesia maju yang mengusung Ridwan Kamil menjadi cagub Jakarta.
"Salah satu opsi komunikasi tersebut adalah membangun komunikasi politik dengan KIM dimana RK sebagai calon definitif mereka saat ini. Opsi ini sedang dikaji oleh pimpinan PKS," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/cak-imin-di-rumdin-prabowo.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.