Rabu, 3 Juni 2026

Pilkada Serentak 2024

Kode dari Ahok, Apakah Anies Baswedan Bakal Gabung PDIP?

Beberapa hari terakhir Anies Baswedan diisukan akan bergabung dengan partai politik, entah PKS atau PDIP.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM
FOTO FILE: Anies Baswedan bersama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Beberapa hari terakhir Anies Baswedan diisukan akan bergabung dengan partai politik, entah PKS atau PDIP.

Namun kans Anies bergabung dengan PDIP kian kencang.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberi 'kode' soal itu.

Apalagi muncul desakan dari relawan agar Anies dicalonkan PDIP di Pilkada Jakarta 2024.

Terkait itu, Ahok yang juga mantan Gubernur Jakarta ini, mengatakan PDIP tak mungkin mengusung orang lain selama kadernya siap untuk maju berkontestasi.

Baca juga: Peluang Anies Kian Tipis, Surya Paloh Bilang Susah, Ahok Vs Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 2024?

Hal ini merespons kemungkinan PDIP mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur (cagub) Jakarta 2024.

"PDIP tidak mungkin mengambil orang dari luar selama kadernya siap," kata Ahok di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (14/8/2024).

Ahok menjelaskan, PDIP merupakan partai pelopor dan kader yakni semua anggotanya dikader untuk menjadi pemimpin.

"Saya kira untuk orang luar itu baru bisa kalau kita tidak punya kader untuk maju. Biasanya seperti itu di PDIP," ujarnya.

Syarat dari PKS untuk Anies

Sebelumnya beberapa kali elite PKS mendorong Anies bergabung jadi kader partainya jika hendak maju di Pilkada Jakarta 2024.

Diantaranya dari Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Khoirudin mendorong Anies Baswedan bergabung ke partai politik (parpol) untuk memuluskan jalannya pada Pilkada Jakarta 2024.

“Yang paling memungkinkan saat ini adalah Pak Anies menggunakan jaket partai,” ujar dia saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (7/8/2024) dikutip dari Kompas.com.

Hal ini bertujuan agar PKS bisa membentuk koalisi dengan parpol lain untuk bisa mengusung Anies pada Pilkada Jakarta 2024.

“Kami kan pemenang (Pileg). Minimal dapat posisi wakil gubernur jika gubernur tidak dapat. Kalau enggak, apa kata dunia? Apa kata masyarakat? Percuma dong menang,” tutur dia.

Maka dari itu, Khoirudin berharap Anies bisa bergabung ke salah satu partai, tak terkecuali PKS.

Jika Anies bergabung dengan PKS, maka partai lain bisa menggantikan posisi Sohibul Iman yang saat ini adalah representasi dari PKS.

“Kalau pakai jaket partai lain, kan bisa koalisi, ada dua partai berarti. Kalau pakai jaket PKS, posisi wakil bisa kami lepas,” imbuh dia.

Sebagai informasi, untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jakarta, butuh sedikitnya 22 kursi DPRD.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, kepala daerah diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik dengan perolehan paling sedikit 20 persen kursi dari jumlah total kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilu anggota DPRD di daerah yang bersangkutan.

Dalam pemilihan legislatif (pileg) 2024, PKS diperkirakan mendapatkan kursi terbanyak yakni 18 kursi namun, itu belum cukup.

Tanggapan Anies soal Gabung Parpol

Pekan lalu, Anies Baswedan menanggapi rencana bergabung dengan partai politik.

"Nanti kita lihat," kata Anies di Akademi Bela Negara Partai NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2024).

Kendati Anies tidak menyebutkan secara rinci akan bergabung dengan partai politik apa.

Meski buka peluang gabung parpol, Anies menegaskan komunikasi parpol pendukung dirinya di Pilkada Jakarta 2024 terus berjalan. 

"Semua masih berjalan, memang ada percakapan-percakapan yang tidak diposting. Tapi komunikasi dan diskusi tetap berjalan," kata Anies Baswedan saat itu.

Diminta Contoh Ridwan Kamil Gabung Parpol

Sebelumnya, Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution juga menyarankan Anies Baswedan untuk masuk ke partai politik (parpol).

Syahrial mengatakan, jika bergabung ke partai politik, maka Anies bisa mewarnai partai dengan popularitasnya sekaligus merasakan politik yang lebih fundamental.

Selain itu, kata dia, nyali Anies juga patut diuji karena sedang turun kelas dari pilpres ke pilkada.

"Pak Anies seru juga kalau masuk parpol. Supaya ikut merasakan politik lebih fundamental. Mewarnai partai dengan popularitasnya sehingga tidak merasa besar sendiri. Salut untuk Kang Emil berani tampil sebagai kader partai tanpa merontokkan nama besarnya," ujar Syahrial, Minggu (30/6/2024).

"Parpol apapun terserah Anies. Tapi kita harus menguji nyali Anies yang turun kelas ke pentas daerah dari pentas nasional. Targetnya selalu sempit, pribadi sekali," sambungnya.

Syahrial menjelaskan, Demokrat terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung ke partai.

Namun, dia menegaskan, belum tentu Demokrat akan mengajukan Anies sebagai cagub di Jakarta, mengingat ada mekanisme partai yang harus dilewati.

Sumber: Tribunnews.com/Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved