Selasa, 26 Mei 2026

Kontroversi Irshad Manji

FPI: Kami Tidak Radikal

Habib mengatakan ia juga sudah membaca buku itu, dan meyakini bahwa ajaran Irshad menyimpang serta menyesatkan umat.

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Noval mengatakan, pihaknya menginginkan Irshad Manji tidak lagi menyebarkan ajaran yang dianggap sesat.

Saat ditemui seusai acara diskusi dan bedah buku Irshad berjudul 'Allah, Liberty' and Love' yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sabtu (5/5/2012), Habib Noval menganggap Irshad mengajarkan kecintaan sesama jenis, dengan mencatut nama Allah.

"Irshad Manji harus pergi dari Indonesia, kalau tidak kami akan terus mencari," katanya.

Habib mengatakan ia juga sudah membaca buku itu, dan meyakini bahwa ajaran Irshad menyimpang serta menyesatkan umat. Atas kedatangan FPI, polisi terpaksa meminta panitia bedah buku mempercepat acara. Beruntung, acara memang sudah hampir selesai.

Habib menjelaskan, aksi FPI tidak bisa disebut radikal. Karena, mereka selalu berkoordinasi dengan polisi dan pihak terkait. FPI, menurut Habib, selalu berada di belakang polisi.

Mengenai kejadian ratusan orang FPI mendatangi acara Irshad di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2012) malam, Habib menganggap hal tersebut masih sesuai peraturan yang berlaku.

"Kami tidak radikal, kami baik-baik, berkoordinasi dengan polisi. Yang membubarkan kapolsek dan kapolres. Tidak ada pengrusakan," paparnya. (*)

Berita Nasional Terkini

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved