Banjir di Jakarta

Kebanjiran, Pengrajin Tempe dan Tahu Semanan Mengaku Rugi Miliaran Rupiah

Mereka mengaku rugi karena bahan baku, tempe dan tahu jadi, peralatan produksi dan mesin pendukung lainnya yang rusak dan terendam.

Kebanjiran, Pengrajin Tempe dan Tahu Semanan Mengaku Rugi Miliaran Rupiah
TRIBUNNEWS/LITA FEBRIANI
Pengurus Koperasi Pengusaha Tempe Tahu Indonesia, Handoko Mulya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaku usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Sentra Tahu dan Tempe Semanan, Jakarta Barat menyatakan, banjir yang terjadi pada Rabu (1/1/2020) membuat mereka merugi hingga miliaran rupiah.

Pengurus Koperasi Pengusaha Tempe Tahu Indonesia (Kopti), Handoko Mulya mengatakan sentra IKM tersebut tak beroperasi tiga hari selama banjir melanda.

"Selama tiga hari pengrajin tidak beraktifitas, karena pertama kondisi habis banjir dan listrik dua hari dua malam padam," tutur Handoko di Sentra IKM Tahu dan Tempe Semanan, Jakarta Barat, Kamis (9/1/2020).

 Mereka mengaku rugi karena bahan baku, tempe dan tahu jadi, peralatan produksi dan mesin pendukung lainnya yang rusak dan terendam.

"Kerugian kita mencapai 100 ton tahu dan tempe, termasuk yang sudah jadi. Kalau dinilai ya Rp 1 miliar perhari," ungkapnya. 

Baca: Polisi Beri Sinyal Bakal Ada Tersangka Terkait Gedung 4 Lantai yang Roboh di Jakbar

Sentra IKM di Semanan ini mulai kembali beroperasi pada Sabtu (4/1/2020). Namun proses produksi belum dapat berjalan seperti semula, saat ini produksi baru mencapai 90 persen.

Untuk mengantisipasi banjir di masa mendatang, Pengurus Kopti akan meninggikan area produksi bersama tersebut.

"Kita akan meninggikan rumah yang terdampak banjir, jadi sudah ditinggikan rumahnya, mesin yang dibawah kami lokasikan di atas sekarang. Agar tidak rusak lagi kalau banjir seperti kemarin," jelas Handoko.

Penulis: Lita febriani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved