Polisi Periksa 10 Orang Pasca Insiden Ruko Ambruk di Slipi

Polisi mengaku sudah memeriksa 10 orang untuk dimintai keterangan termasuk tiga korban dalam insiden tersebut.

Polisi Periksa 10 Orang Pasca Insiden Ruko Ambruk di Slipi
TRIBUNNEWS/LUSIUS GENIK
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendalami kasus ambruknya bangunan ruko empat lantai di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, polisi mengaku sudah memeriksa 10 orang untuk dimintai keterangan termasuk tiga korban dalam insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan sejauh ini pihaknya telah meminta keterangan kepada tujuh orang saksi mata.

Mereka yang telah dimintai keterangan antara lain, karyawan dan kepala cabang alfamart di gedung empat lantai tersebut serta si pemilik gedung.

"Dan pagi tadi kita sudah lakukan pemeriksaan kepada tiga korban. Dengan ini total sudah ada 10 orang yang kita mintai keterangan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan pada Jumat (10/1/2020) sore.

Sehari sebelumnya diberitakan kasus robohnya gedung empat lantai di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat bisa masuk ranah pidana.

"Nanti kita lihat (unsur pidananya) karena ada korban di sini," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020).

Saat ini polisi sedang mendalami fakta dan temuan di lapangan dan salah satunya adalah terkait proses perawatan gedung oleh sang pemilik.

"Memang tidak ada sama sekali perawatan. Belum ada perawatan. Apakah ketentuan nanti bagaimana, coba kita cek nanti," ujar Yusri.

Baca: Kebanjiran, Pengrajin Tempe dan Tahu Semanan Mengaku Rugi Miliaran Rupiah

Pengumpulan data digarap oleh Pusat Laboratorium Forensik Polri, selanjutnya pihak kepolisian akan membeberkan hasilnya kepada publik jika hasil penyelidikan sudah rampung.

Gedung berlantai empat di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat roboh, Senin, 6 Januari 2020 pagi. Tiga orang terluka dalam insiden tersebut.

Tim Laboratorium Forensik Polri menduga gedung tersebut roboh akibat korosi pada baja. Korosi terjadi karena adanya air rembes ke dalam gedung.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved