Breaking News:

FAKTA Kasus Jual Beli Surat Tes Swab Palsu: Anak di Bawah Umur Terlibat hingga Peran Orang Dalam

Polda Metro Jaya mengungkap kasus jual beli surat hasil tes swab antigen dan PCR palsu.

Tribunnews.com/Reza Deni
Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/1/2021) saat rilis kasus pemalsuan surat bebas Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon

TRIBUNNEWS.COM - Polda Metro Jaya mengungkap kasus jual beli surat hasil tes swab antigen dan PCR palsu.

Polisi telah mengamankan delapan orang dan ditetapkan sebagai tersangka, satu di antaranya masih di bawah umur.

Ternyata, dalam pembuatan surat tes swab antigen dan PCR palsu ini ada peran orang dalam.

Hingga saat ini, polisi telah mengamankan pembuat surat hasil tes swab palsu, hingga orang yang memesan.

Berikut adalah lima fakta seputar kasus jual beli surat hasil tes swab antigen dan PCR palsu yang dirangkum TribunJakarta.com:

Baca juga: Sepasang Kekasih Jadi Otak Sindikat Pemalsu Surat Keterangan Hasil Tes Swab PCR

1. Anak Di Bawah Umur Terlibat

Delapan tersangka yang diamankan Polda Metro Jaya adalah RSH (20), RHM (22), IS (23), MA (25), SP (38), MA (20), Y (23), dan DM.

Satu dari delapan tersangka tersebut ternyata masih di bawah umur, yaitu DM.

Dalam kasus ini, DM adalah pembeli surat tes swab antigen Covid-19 palsu dan menggunakannya untuk keperluan perjalanan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved