Breaking News:

Warga Kampung Cipayung Cibinong Bogor Curhat Terkait Banjir yang Kerap Menghampiri Rumah Warga

Banjir yang terjadi di Kampung Cipayung RT 3/4, Kelurahan Tengah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (7/5/2021) sudah surut.

tribunbogor
anak anak warga Kampung Cipayung Cibinong Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Banjir yang terjadi di Kampung Cipayung RT 3/4, Kelurahan Tengah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (7/5/2021) sudah surut.

Meski genangan air yang sempat masuk ke dalam rumah warga itu saat ini sudah surut, tapi warga masih dibayang-bayangi ketakutan banjir lanjutan apabila turun hujan deras dengan durasi yang cukup lama.

Sebab, warga khawatir air luapan Situ Kebantenan akan kembali mampir ke area permukiman warga.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa banjir yang terjadi di wilayahnya kerap terjadi dalam beberapa tahun ke belakang.

"Sudah sekitar tiga tahun ke belakang rumah warga pasti terdampak air luapan Situ Kebantenan jika hujan deras turun dengan waktu cukup lama. Baru tiga tahun ke belakang aja sih ini," ujarnya.

Lebih lanjut, warga tersebut menjelaskan bahwa penyebab banjir di areanya lantaran kurangnya pembuangan air.

"Ini pembuangan airnya jadi kecil. Sebelum dikecilin, air sih tidak pernah masuk ke permukiman," jelasnya.

Sementara itu, warga itu mengaku bahwa tidak jauh dari permukiman warga dilakukan pembangunan oleh salah satu perusahaan yang menyebabkan resapan air menjadi berkurang.

"Dulu sebelum adanya proyek pembangunan dari salah satu PT, rumah warga tidak pernah dihampiri banjir. Tapi sejak adanya pembangunan tersebut ya jadilah seperti ini," ungkapnya.

"Banjir malam tadi yang terparah. Sebelumnya itu semata kaki. Itu di awal tahun banjirnya. Nah malam tadi parah," sambungnya.

Tidak hanya itu, warga pun mempertanyakan kenapa PT tersebut tidak melanjutkan proyeknya.

"Jadi dulu katanya mau dibikin perumahan. Tapi saat ini mangkrek tuh. Bingung juga ya kalau seperti ini," tegasnya.

Selain itu, warga tersebut mengaku bahwa untuk air surut yang menggenangi rumah warga itu membutuhkan waktu cukup lama.

"Surutnya membutuhkan waktu sekitar empat jam lebih. Sangat terdampak. Elektronik, kasur dan perabotan semua pasti rusak kalau sudah terkena air," tandasnya.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved