Kaget Santri di Tangerang Tewas Dikeroyok Teman, Wapres: Mencoreng Dunia Pesantren

KH Ma'ruf Amin mengaku kaget atas kejadian tewasnya seorang santri pada pesantren di Tangerang, Banten setelah mengalami kekerasan dari temannya

Istimewa
Wakil Presiden (Wapres) KH Maruf Amin 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengaku kaget atas kejadian tewasnya seorang santri pada pesantren di Tangerang, Banten setelah mengalami kekerasan dari temannya.

Dirinya menyayangkan terjadinya kekerasan di institusi pendidikan seperti pesantren.

"Beberapa hari ini saya dikagetkan dengan di pesantren terjadinya kekerasan, ada yang mati di Tangerang ada, di beberapa tempat ada kekerasan," ujar Ma'ruf dalam Ceramah Umum pada Milad ke-37 Yayasan Wakaf Al-Muhajirien di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022).

Menurut Ma'ruf, pengawasan terhadap pesantren harus diperkuat untuk mencegah berulangnya kekerasan.

Ma'ruf menilai kejadian kekerasan yang menyebabkan tewasnya santri ini sangat mencoreng dunia pesantren.

"Ini harus betul-betul diawasi lagi, ini mencoreng dunia pesantren terjadi kekerasan di pesantren," tutur Ma'ruf.

Dirinya meminta lembaga pendidikan memberikan ajaran yang moderat, toleran, dan jauh dari kekerasan.

Baca juga: Santri di Sebuah Pondok Pesantren Tangerang Tewas Dikeroyok 12 Temannya

"Kalau masih kecil sudah diajarkan kekerasan ini akan bisa membawa sikap yang tidak baik," pungkas Ma'ruf.

Seperti diketahui, seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Qur'an Lantaburo di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten berinisial RAP (13) tewas setelah dikeroyok 12 santri lain.

Akibatnya para santri tersebut ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH) atau anak pelaku alias tersangka oleh Polres Metro Tangerang Kota.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved