Alasan Ketua RT Termuda Jakut Pilih Tiru Dedi Mulyadi, Bukan Pramono Anung
Sahdan Arya, Ketua RT 19 tahun di Jakut, viral karena bangun jalan warga. Ia lebih kagumi Dedi Mulyadi ketimbang Gubernur Jakarta.
Editor:
Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di usia baru 19 tahun, Sahdan Arya Maulana telah mencatat sejarah sebagai Ketua RT termuda di Jakarta Utara.
Sosok mahasiswa semester 5 Universitas Muhammadiyah Jakarta ini dipercaya memimpin RT 07 RW 08, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, lewat kemenangan telak saat pemilihan RT pada Mei 2025 lalu.
Namun, bukan hanya usianya yang menarik perhatian publik, tetapi juga gaya kepemimpinannya yang terinspirasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, alih-alih tokoh politik lokal seperti Gubernur Jakarta Pramono Anung.
“Inspirasi saya juga Kang Dedi Mulyadi, saya lihat dia sangat inspiratif sekali,” ujar Sahdan kepada TribunJakarta.com.
“Yang saya lihat dari Kang Dedi itu care banget sama warga dan bisa berbaur. Itu yang saya suka,”lanjutnya.
Baca juga: 6 Fakta Viral Ketua RT Gen Z di Jakarta Utara: Status Mahasiswa, Sahdan Arya Gercep Perbaiki Jalan
Dulu Diremehkan, Kini Viral karena Aksi Nyata
Meski sempat diragukan karena usia muda dan minim pengalaman, Sahdan menjawab keraguan warga tanpa banyak bicara.
Ia langsung menginisiasi pembangunan jalan lingkungan secara swadaya, yang kemudian viral di media sosial.
“Saya kecil di sini, jadi ingin berkontribusi. Karena jadi manusia itu harus bermanfaat buat wilayah,”ujarnya.
Sahdan tak sendirian.
Dua sahabat seangkatannya, Vemmas Wahyu Rianto (20) dan Riski Saputra (21), turut mendukung kepemimpinan muda ini.
Vemmas bertugas sebagai sekretaris, sementara Riski sebagai bendahara.
Mereka bertiga memilih mengabdi di lingkungan tempat mereka tumbuh, alih-alih sekadar mengejar karier atau hiburan di usia muda.
“Kita bertiga lahir dan besar di sini. Kita pengen jadi pribadi yang berguna buat warga,” kata Sahdan.
Baca juga: Awal Mula Mahasiswa 19 Tahun di Jakut Jadi Ketua RT, Idolakan Dedi Mulyadi hingga Menang Telak
Menang Telak, Menolak Apatis
Sumber: TribunJakarta
Polri Beberkan Benang Merah Judi Online Jogja-Jakarta, Kini Buru Satu Otak Sindikat |
![]() |
---|
Terungkap Dalam Sidang, Panitera Wahyu Gunawan Minta Rp 60 Miliar Untuk Vonis Lepas Korupsi CPO |
![]() |
---|
Sidang Korupsi CPO, Terungkap Ada Ancaman Dari Panitera Wahyu Gunawan Dalam Perkara Wilmar Group |
![]() |
---|
Dedi Mulyadi Kembali Tegur Bupati Sukabumi, Pesan WA Tak Dibalas, Singgung Pembangunan Jembatan |
![]() |
---|
Kukuh Larang Study Tour, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Diancam Upaya Pemakzulan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.