Sakit Hati Diputus Cinta, Pemuda di Jaksel Siram Bensin lalu Bakar Rumah Mantan Pacar
Pemuda di Ciganjur bakar rumah mantan pacar karena sakit hati. Polisi tangkap pelaku dan jerat Pasal 187 KUHP, ancaman 12 tahun.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda berinisial MS alias TB (21) di Ciganjur, Jakarta Selatan, menyiram bensin dan membakar rumah mantan pacar.
Hal ini dilakukan karena pemuda itu merasa sakit hati telah diputus wanita yang dicintainya.
Insiden itu terjadi di Jalan Pasir 3, RT 02 RW 6, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.
Informasi itu disampaikan Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi.
"Jadi waktu itu dia sakit hati. Jadi dia diputuskan kemudian dia merasa sakit hati," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).
Menurut dia, MS dan pacarnya sudah berhubungan dalam jalinan asmara selama 8 bulan.
Orang yang diputus cinta bisa membakar rumah mantan pacar karena dorongan emosi ekstrem seperti sakit hati, dendam, dan ketidakmampuan mengelola amarah, yang bisa memicu tindakan impulsif dan destruktif.
Putus cinta bisa memicu rasa kehilangan, penolakan, dan penghinaan.
Dalam kasus MS di Jagakarsa, ia merasa tidak terima diputus setelah menjalin hubungan selama delapan bulan.
Beberapa individu yang tidak bisa menerima penolakan cenderung ingin “menghukum” mantan pasangannya.
Membakar rumah bisa menjadi simbol pelampiasan dendam dan kemarahan yang tak terkendali.
Tindakan membakar rumah menunjukkan impulsivitas tinggi. MS membeli bensin dan langsung menyiram serta membakar bagian rumah tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.
Individu yang tidak memiliki sistem pendukung atau cara sehat untuk mengatasi stres emosional lebih rentan melakukan tindakan ekstrem.
Dalam kasus ini, MS tidak mencari bantuan atau berbicara dengan orang lain, melainkan langsung bertindak.
Penolakan dalam hubungan bisa memicu reaksi mirip trauma, terutama jika individu memiliki riwayat masalah emosional atau kelekatan yang tidak sehat. Beberapa studi menyebutkan bahwa penolakan bisa memicu rasa kehilangan identitas dan kontrol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-kebakaran-asdf-asdfsdc.jpg)