Rabu, 13 Mei 2026

Ledakan di Jakarta Utara

Mengenal Dark Web, Sisi Gelap Internet yang Diakses Terduga Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta

Ledakan SMAN 72 Jakarta diduga dipicu akses pelaku ke dark web. Polisi temukan 7 bom, 32 korban dirawat.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com/Reza Deni
LEDAKAN DI SMAN 72 - Suasana di SMAN 72 Jakarta tiga hari setelah ledakan terjadi di sekolah tersebut. Adapun murid-murid di sekolah tersebut melangsungkan kegiatan belajar secara daring, sehingga tidak ada aktivitas belajar di SMAN 72 Jakarta. Beberapa petugas polisi militer TNI AL tampak berjaga di dalam sekolah, Senin (10/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Polisi menemukan 7 bahan peledak, 4 di antaranya sempat meledak di dua titik berbeda.
  • Densus 88 mengungkap pelaku aktif mengakses forum gelap berisi konten kematian dan kekerasan sejak awal tahun.
  • CCTV menunjukkan pelaku membawa dua tas berisi bahan peledak saat masuk sekolah.
  • Polisi memastikan pelaku tidak terafiliasi kelompok terorisme, namun menunjukkan gejala ketidaksukaan yang tidak tersalurkan.

TRIBUNNEWS.COM - Di balik ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta pada Jumat 7 November 2025, terkuak fakta yang mengarah ke dunia maya paling tersembunyi, yaitu dark web. 

Situs-situs gelap yang tak terjangkau mesin pencari biasa ini diduga menjadi tempat terduga pelaku menggali informasi, merancang aksi, bahkan menjalin koneksi.

Baca juga: Fakta-Fakta Ledakan Mobil di Dekat Situs Bersejarah Red Fort India: Setidaknya 10 Orang Tewas

Sisi Gelap Dark Web

Dark web adalah salah satu lapisan dari internet yang tidak terindeks oleh mesin pencari seperti Google atau Bing.

Ia berada di bawah deep web, yaitu bagian internet yang tersembunyi dari publik, seperti database pribadi, arsip akademik, atau sistem internal perusahaan.

Untuk mengakses dark web, pengguna memerlukan perangkat lunak khusus seperti Tor (The Onion Router) yang menyamarkan identitas dan lokasi pengguna.

Dark web juga dikenal sebagai tempat jual beli barang ilegal seperti narkoba, senjata, data pribadi, hingga jasa kriminal.

Pengguna bisa terpapar malware, penipuan, atau bahkan terlibat dalam aktivitas ilegal tanpa sadar.

Baca juga: Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Dipindah Diam-diam ke RS Polri, Ada Apa?

Kebiasaan Pelaku Mengakses Dark Web

Adalah Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana yang mengungkap kebiasaan pelaku mengakses dark web.

“Yang bersangkutan kerap mengunjungi komunitas daring (terutama di forum dan situs-situs gelap) yang menampilkan video atau foto orang yang benar-benar meninggal dunia, biasanya akibat kecelakaan, perang, pembunuhan, atau kejadian brutal lainnya," kata Mayndra, pada Selasa (11/11/2025).

Namun, dia tidak dapat menjelaskan secara detail terkait dark web maupun forum yang kerap dikunjungi terduga pelaku. "(Aktif) Sejak tahun ini," ungkapnya.

Hal ini yang diduga menginspirasi pelaku membuat dan merakit bahan peledak.

“(Bom,-red) dirakit sendiri. Pelaku mengakses melalui internet cara-cara merakit bom," ucapnya.

Namun, belum diketahui secara pasti jenis bahan peledak yang digunakan siswa itu.

“Beberapa iya (bisa dikendalikan melalui remote), tapi terkait dengan teknis yang itu berkenan konfirmasi ke Gegana atau ke Bid Humas Polda Metro Jaya," tutur dia. 

Polisi mengungkap bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, membawa bahan peledak dalam dua tas sebelum beraksi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved