Begal yang Rampas Motor Sekuriti di Marunda Jakut Ditangkap, Begini Modus Pelaku
Berdasarkan keterangan polisi, DF dan temannya merupakan spesialis begal lintas wilayah.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG PRIOK - DF (25), pria yang membegal sekuriti di Jalan Sungai Kendal, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, ditangkap polisi. Sementara satu pelaku lainnya masih menjadi buron.
DF adalah warga Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Berdasarkan keterangan polisi, DF dan temannya merupakan spesialis begal lintas wilayah.
Baca juga: 4 Lokasi Rawan Begal di Jakarta, Terbaru di Marunda Pelaku Bersenjata Airsoft Gun
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP I Gusti Ngurah Putu Krisnha Narayana mengatakan, pelaku yang berjumlah dua orang ini sudah berkali-kali beraksi di kawasan Marunda, Bekasi, hingga sekitaran Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
"Pelaku ini juga profilnya merupakan pelaku spesialis begal yang memang beberapa kali dari hasil pendalaman keterangannya itu beraksi di wilayah Muara Gembong, Bekasi," ucap Ngurah di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (1/12/2025).
DF dan rekannya rutin berkeliling di sekitaran Marunda hingga ke Kabupaten Bekasi di jam-jam rawan.
Mereka akan mengincar orang-orang yang berkendara sendirian di titik-titik minim penerangan.
"Modusnya adalah memang beroperasi sekitar subuh, mencari orang-orang yang berkendara dengan sepeda motor sendirian," ucap Ngurah.
Positif Narkoba
Polisi menyebut para pelaku kerap membeli narkoba sebelum beraksi dan memakai hasil kejahatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Memang modusnya kami lihat kebutuhan ekonomi dan saat kita amankan para pelaku ini ada masih berstatus positif narkoba," kata Ngurah.
Baca juga: Aksi Begal Bersenjata di Bekasi Terekam CCTV, Incar Pekerja yang Berangkat Subuh
Pelaku sudah berulangkali beraksi dan menjual motor hasil kejahatan ke kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Motor yang dirampas dari para korban dijual para pelaku seharga sekitar Rp1 juta-1,5 juta.
Kemudian, uang itu dipergunakan membeli sabu yang dikonsumsi menambah nyali mereka melakukan pembegalan.
"Sebelum melakukan aksi, kerap kali membeli narkoba dulu, kemudian baru kemudian melakukan aksinya," kata Ngurah.
Hasil kejahatan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk makan dan minum..
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BEGAL-LINTAS-WILAYAH-Tampang-pelaku-begal-yang.jpg)