Kebakaran Gedung Kantor di Jakarta Pusat
Kekecewaan Keluarga Korban Kebakaran Gedung Terra Drone pada Perusahaan: Tak Ada Kalimat Duka Cita
Kekecewaan dirasakan oleh keluarga korban kebakaran di Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, kepada pihak perusahaan.
Ringkasan Berita:
- Kekecewaan dirasakan oleh keluarga korban kebakaran di Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat.
- Perusahaan Terra Drone seolah tidak bertanggung jawab atas tragedi yang menimpa korban.
- Selama bekerja, Mochamad Apriyana juga belum memperoleh BPJS Ketenagakerjaan, hal yang semakin menambah rasa kecewa keluarga.
TRIBUNNEWS.COM - Kekecewaan dirasakan oleh keluarga korban kebakaran di Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Mertua korban Mochamad Apriyana, Imam Suwondo, mengatakan, perusahaan Terra Drone seolah tidak bertanggung jawab atas tragedi yang menimpa menantunya.
"Saya sakit hati karena perusahaan tidak ada yang menemui keluarga, tidak ada satu pun kalimat duka cita," kata Imam Suwondo kepada TribunTangerang.com di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (10/12/2025).
Sebelum menjadi korban meninggal dunia akibat kebakaran, Mochamad Apriyana diketahui telah bekerja selama tujuh bulan di perusahaan tersebut.
Selama bekerja, Apriyana belum memperoleh BPJS Ketenagakerjaan, hal yang semakin menambah rasa kecewa keluarga.
"Selama tujuh bulan bekerja, almarhum belum mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan, ini sangat menyakitkan bagi kami," ujar Imam.
Keluarga berharap perusahaan serius dalam menyelesaikan hak-hak almarhum dan memperhatikan keselamatan pegawai agar tragedi serupa tidak terulang.
Imam menekankan bahwa tragedi ini meninggalkan dampak mendalam bagi anak-anak korban.
Selain itu, menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya tanggung jawab perusahaan terhadap pekerjanya.
"Tolong, hak-hak almarhum diselesaikan dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi."
"Tragedi ini meninggalkan dampak besar bagi anak-anaknya, sekaligus pengingat keselamatan pekerja dan tanggung-jawab perusahaan harus benar-benar diperhatikan," lanjutnya.
Baca juga: Mahasiswi Magang Meninggal akibat Kebakaran Terra Drone, Keluarga Minta Penjelasan Perusahaan
Proses Identifikasi Ditutup
Proses identifikasi korban kebakaran Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, resmi ditutup.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan seluruh 22 jenazah yang dikirim dari lokasi kejadian telah teridentifikasi.
"Karena semua jenazah telah teridentifikasi, hari ini kita nyatakan ditutup," ujar Kabid Yandokpol Pusdokkes Polri, Kombes Pol Ahmad Fauzi, Rabu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kebakaran-Gedung-Terra-Drone-22-Orang-Meninggal-Dunia_20251209_182255.jpg)