Pramono Anung Ungkap Program ‘Mudik ke Jakarta’ Dongkrak Ekonomi Ibu Kota Hingga Rp 21 T
Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik
Ringkasan Berita:
- Pramono Anung menyebut program Mudik ke Jakarta memberi dampak ekonomi besar dengan transaksi Rp21 triliun jelang Lebaran 2026
- Tren ini diproyeksikan tembus Rp25 triliun, didukung lonjakan transportasi publik dan kunjungan wisata
- Program juga libatkan daerah mitra serta tetap jaga layanan publik lewat skema kerja fleksibel
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa program ‘Mudik ke Jakarta’ memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi Ibu Kota selama periode Idulfitri 1447 Hijriah.
Pramono menyebut, hingga menjelang Lebaran 2026 lalu, nilai transaksi dari program tersebut telah menyentuh angka Rp 21 triliun.
"Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan. Sampai sebelum Lebaran, nilai transaksi program ini mencapai sekitar Rp 21 triliun," ujar Pramono Anung.
Melihat tren positif tersebut, Pramono optimistis angka perputaran ekonomi ini akan terus bertambah hingga akhir bulan Maret.
Baca juga: Halalbihalal Lebaran 2026, Pramono Anung hingga Rano Karno Sambangi Rumah Megawati Soekarnoputri
"Kami berharap hingga 31 Maret nanti, total transaksi dapat melampaui angka Rp 25 triliun," sambungnya.
Lebih lanjut, dia memaparkan data lonjakan penggunaan transportasi publik yang menjadi indikator suksesnya mobilitas di Jakarta.
Pengguna MRT Jakarta mencatat kenaikan drastis hingga 59 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total 135.117 penumpang.
Sementara itu, moda transportasi LRT juga mengalami kenaikan sebesar 6 persen dengan total 9.987 penumpang.
Sektor pariwisata pun tak kalah mentereng. Sejumlah destinasi ikonik Jakarta dipadati pengunjung selama masa libur Lebaran.
Kawasan Monas mencatat 126.790 pengunjung, Taman Margasatwa Ragunan mencapai 222.991 orang, dan Ancol mencatat kunjungan sekitar 155.000 orang.
"Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menikmati Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus kota aktivitas," jelas mantan Sekretaris Kabinet ini.
Menariknya, program ini juga melibatkan kolaborasi dengan daerah lain melalui skema promosi.
Pramono mencatat transaksi dari daerah mitra juga cukup besar, seperti Semarang yang menyumbang sekitar Rp 8 miliar dan Surabaya sekitar Rp 6,2 miliar.
Terkait operasional pemerintahan pasca-libur panjang, Pramono memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun pihaknya menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja.
Baca juga: H+4 Lebaran, KAI Catat Lebih dari 42 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta
Sesuai arahan pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta masih memberlakukan skema Work From Office (WFO) dan Work From Anywhere (WFA) dalam masa transisi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pramono-Anung-tru-sutrisnmo.jpg)