Selasa, 28 April 2026

Pemulihan Anak Tak Hanya Bergantung pada Obat, Rumah Singgah Punya Peran Penting

Pemulihan anak dengan penyakit berat memerlukan keseimbangan antara tindakan medis, lingkungan yang aman, dan stabilitas psikologis.

Tayang:
Penulis: willy Widianto
HO/IST
DUKUNGAN PSIKOSOSIAL — Aktivitas kreatif di rumah singgah menjadi ruang jeda emosional bagi anak-anak daerah yang menjalani pengobatan jangka panjang di Jakarta. Fasilitas ini menyediakan hunian dan pendampingan untuk menjaga stabilitas mental pasien serta keluarga selama proses pemulihan medis. 
Ringkasan Berita:
  • Pemulihan anak dengan penyakit berat memerlukan keseimbangan antara tindakan medis, lingkungan yang aman, dan stabilitas psikologis.
  • Fasilitas hunian sementara membantu meringankan beban finansial dan tekanan mental keluarga pasien yang datang dari luar daerah.
  • Kolaborasi antara lembaga sosial dan sektor swasta berperan dalam menjaga keberlangsungan operasional fasilitas pendukung kesehatan gratis.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di balik perjuangan medis, anak-anak yang menjalani pengobatan penyakit berat membutuhkan ruang aman dan dukungan emosional untuk tetap bersemangat. Pemulihan tidak hanya bergantung pada obat dan tindakan medis, tetapi juga pada lingkungan yang mendukung serta pendampingan keluarga.

Banyak keluarga dari luar daerah datang ke Jakarta untuk mendapatkan layanan di rumah sakit rujukan. Perjalanan panjang ini menimbulkan beban finansial, kelelahan fisik, dan tekanan psikologis. Anak-anak pun menghadapi rasa takut, kebosanan, serta kerinduan pada rumah. Situasi tersebut menegaskan perlunya ruang yang memberi kenyamanan dan rasa aman.

Rumah singgah seperti Rumah Harapan Indonesia menjadi salah satu penopang. Tempat ini menyediakan hunian sementara, dukungan nutrisi, transportasi menuju rumah sakit, serta pendampingan emosional. Aktivitas sederhana seperti bermain atau mewarnai membantu anak-anak tetap bersemangat di tengah terapi.

Founder Rumah Harapan Indonesia, Valencia Mieke Randa, menuturkan bahwa dukungan sosial memberi dampak nyata bagi anak-anak dan keluarga.

“Kegiatan seperti ini menghadirkan rasa bahagia dan harapan di tengah proses pengobatan yang panjang dan melelahkan. Bagi anak-anak, ini menjadi jeda dari rasa sakit yang mereka alami, sementara bagi orang tua, dukungan yang diberikan membuat mereka merasa tidak sendiri dalam menjalani proses tersebut,” ujar Valencia, dikutip Senin (27/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Ketika sektor swasta dan lembaga sosial berjalan bersama, dampak yang dihasilkan bisa jauh lebih besar. Karena setiap anak berhak untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik,” tambahnya.

Baca juga: Kasus Daycare Yogya Bikin Orang Tua Diliputi Rasa Bersalah, Psikolog Ingatkan Hal Ini

Sebagai bagian dari dukungan sosial, belum lama ini PT Itama Ranoraya Tbk mengadakan kegiatan bertajuk “Menguatkan Harapan, Menemani Proses Pemulihan” di rumah singgah tersebut.

Anak-anak dan keluarga mengikuti aktivitas kreatif yang memberi jeda dari rutinitas pengobatan sekaligus memperkuat semangat. Dukungan tambahan juga diberikan untuk kebutuhan harian rumah singgah.

Direktur utama perusahaan, Heru Firdausi Syarif, menyampaikan pandangan bahwa pemulihan tidak hanya soal tindakan medis.

“Kami percaya bahwa di balik setiap proses pemulihan, ada kekuatan yang datang dari dukungan dan harapan,” katanya.

Pemulihan anak pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan medis. Dukungan emosional, lingkungan yang aman, serta kerja sama berbagai pihak menjadi bagian penting dari proses pemulihan menyeluruh. Anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit berat membutuhkan lebih dari sekadar obat: mereka membutuhkan harapan, kebersamaan, dan rasa aman.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved