Ujaran Kebencian

Sebar Ancaman di Media Sosial, Polisi Tangkap Pengurus Yayasan Masjid Al Ittihad Tebet

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mencolok Sekretaris Umum Yayasan Bina Sarana Masjid Al Ittihad Tebet, Budiono, terkait kasus dugaan ancaman.

Sebar Ancaman di Media Sosial, Polisi Tangkap Pengurus Yayasan Masjid Al Ittihad Tebet
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. 

"Harapan saya masjid menjaga keamanan. Akhir-akhir ini isu-isu dalam dua hari ini tampaknya dan saya harapkan masjid tidak dimanfaatkan untuk mempertentangkan politik antara jemaahnya. Masjid untuk ibadah dan kemakmuran bangsa," ujar Jusuf Kalla saat memberikan sambutan dalam kegiatan buka puasa bersama, di Istana Wapres RI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Baca: Lembaga Takmir Masjid PWNU DKI Terbitkan Larangan Tampung Massa Aksi 22 Mei Menginap di Masjid

Wakil Presiden RI tersebut pun melanjutkan, ke depan para pengurus masjid dapat mengembalikan fungsi masjid yakni untuk memakmurkan masyarakat.

"Jadi semuanya pengembangan ekonomi basis masjid itu juga sejak dulu ada. Karena itulah kita kembalikan itu fungsinya masjid. Bagaiamana baiknya jika menjaga juga kemajuan dan keamanan negeri ini," kata dia.

Jusuf Kalla menceritakan dirinya memiliki pengalaman mengesankan di masa kecil terkait masjid.

Baca: Bacaan Doa Sholat Tahajud hingga Tata Cara & Keutamaan Sholat Sunah di Waktu Malam Ini

Dirinya mengingat betul, masjid di masa kecilnya dijadikan sebagai tempat bersosialisasi dengan teman-teman saat bersekolah.

"Saya masih ingat waktu saya kecil, di kampung saya di Bone, taraweh kita ketawa-ketawa dengan teman-teman, saya seumur SD. Datanglah bilal marah, mutar-mutar kuping saya, diusir disuruh ke luar jangan di dalam. Ini suatu ingatan yang tak pernah saya lupakan. Bagaimana telinga saya dijewer oleh bilal," ungkap Jusuf Kalla.

Lembaga Takmir Masjid PWNU DKI Terbitkan Larangan

Seluruh takmir masjid yang berada di bawah naungan pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta diminta melarang masyarakat yang ingin menginap dalam rangka menghadiri aksi di depan KPU pada 22 Mei 2019.

Ketua Lembaga Takmir Masjid (LTM) PWNU DKI Jakarta, Husni Mukhsin, mengatakan pihaknya telah melarang dengan menerbitkan instruksi pada Jumat (17/5/2019).

Surat instruksi bernomor 070/A/LTM/-NU/V/2019 itu ditandatangani dirinya dan Sekretaris LTM PWNU DKI Ahmad Yani.

Halaman
1234
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved