Breaking News:

Mengajari 'Generasi Z' Perlu Metode Flipped Learning, Apa Itu?

Dedy kemudian menegaskan bahwa untuk menghadapi pola belajar yang telah terbentuk pada generasi Z ini, para guru harus bisa mengimbanginya.

Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Para guru sedang mendapatkan pelatihan program 'Effective Educational Videos (EEV)' yang digelar Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) di SMKN 14 Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memberikan pengajaran terhadap para peserta didik yang berasal dari generasi kelahiran 1995-an atau disebut 'generasi Z', memang memerlukan metode yang efektif dan unik.

Para guru pun harus bisa mengikuti 'aturan main' para siswa yang dikenal sangat dekat dengan dunia teknologi ini.

Metode pengajaran terhadap para generasi Z ini pun sudah seharusnya 'diputar terbalik' mengikuti kecenderungan yang biasa mereka lakukan.

Dalam era disrupsi digital ini, sebagian tenaga pengajar mulai menyadari pentingnya metode 'flipped learning' atau teknik mengajar terbalik untuk diterapkan kepada para anak didiknya.

Namun masih banyak pula guru yang belum memahami efektivitas metode pengajaran satu ini dan mayoritas diantaranya bahkan masih dianggap gagap teknologi (gaptek).

Oleh karena itu, untuk mengimbangi para siswa generasi Z ini, para guru tentunya harus dibekali pengajaran dan pelatihan untuk bisa menerapkan flipped learning kepada para siswanya.

Baca: Gadis Hampir Tewas Karena Gigi Berlubang, Dokter Peringatkan Bahaya Makan Manis & Obat Berlebihan

Baca: PKMNu: Mahasiswa Gerakan Murni, Tindak Tegas Dalang Kerusuhan

Baca: Mantan Vokalis Banda Neira Ananda Badudu Ditangkap Polisi, Ini Penyebabnya

Tenaga pengajar atau guru merupakan bagian dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus dibangun untuk mendukung salah satu fokus dari Visi Indonesia yang sempat disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu terkait pemerintahannya pada periode mendatang.

Pembangunan SDM juga menjadi fokus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Seperti yang disampaikan Penggagas sekaligus Pemateri dari Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) Dedy Budiman saat memberikan pelatihan terkait program 'Effective Educational Videos (EEV)' kepada 120 guru.

Penggagas sekaligus Pemateri dari Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) Dedy Budiman saat menunjukkan pelatihan membuat konten pada program 'Effective Educational Videos (EEV)' yang digelar Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) di SMKN 14 Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019).
Penggagas sekaligus Pemateri dari Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) Dedy Budiman saat menunjukkan pelatihan membuat konten pada program 'Effective Educational Videos (EEV)' yang digelar Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) di SMKN 14 Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019). (Fitri Wulandari/Tribunnews.com)
Halaman
1234
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved