Senin, 20 April 2026

Era Mobil Listrik di Indonesia Mendapat Perhatian Besar di Jepang

Kesiapan Indonesia menyambut era mobil listrik mendapat perhatian besar di Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Suasana diskusi mobil listrik Indonesia di Balai Indonesia Meguro Tokyo tanggal 6 Oktober 2019. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesiapan Indonesia menyambut era mobil listrik mendapat perhatian besar di Jepang.

Baru-baru ini profesional muslim Indonesia di Jepang (Promia) mengadakan diskusi bertemakan "Indonesia menyambut era mobil listrik" dengan tiga narasumber masing-masing Aisar Labibi Romas (Konsultan Otomotif di perusahaan Optimal+), Ricky Elson (Penggiat dan Teknokrat Mobil Listrik Indonesia), dan Dr Muhammad Aziz (Associate Professor di Universitas Tokyo).

Di sesi pertama Aisar Labibi Romas menjelaskan tentang industri otomotif di Indonesia dan kesiapannya di era mobil listrik.

"Di tahun 2018, Indonesia memproduksi 1.3 juta mobil (terbesar ke-6 di Asia Pasifik). Tetapi angka ini bukanlah pelaku utama banyaknya fenomena kemacetan di kota-kota besar di Indonesia mengingat tidak semua mobil yang diproduksi di Indonesia dipasarkan di Indonesia. Faktor besar lain adalah kurangnya infrastruktur jalan raya di kota-kota besar," ungkap Aisar.

Meskipun banyak yang bilang kalau bisnis otomotif lebih banyak dipegang asing dibanding dengan dalam negeri, sebenarnya kepemilikannya sekitar 50:50.

Contoh adalah Toyota dan Daihatsu berpartner dengan perusahaan Indonesia Astra menjadi Toyota Astra Motor dan Astra Daihatsu Motor.

Mobil yang diproduksi di Indonesia dilaporkan memiliki suku cadang lokal antara 30 - 90 persen.

Suasana diskusi mobil listrik Indonesia di Balai Indonesia Meguro Tokyo tanggal 6 Oktober 2019.
Suasana diskusi mobil listrik Indonesia di Balai Indonesia Meguro Tokyo tanggal 6 Oktober 2019. (Istimewa)

Salah satu produsen baterai terkemuka di Indonesia, CBI (Century Batteries Indonesia), semua design, pengerjaan, pekerja, semuanya adalah dari orang atau buatan Indonesia.

Masuk ke industri mobil listrik, tantangan terbesar bagi Indonesia untuk memulai Industri ini adalah:

- mobil listrik lebih mahal rata-rata Rp 150 juta dari mobil gasoline;

- investasi yang sangat besar untuk RnD dan manufaktur;

- permintaan yang belum terbukti dari pasar (dipengaruhi oleh harga minyak, dll)

- dukungan dari pemerintah

Namun demikian dari semua tantangan itu, Indonesia sudah mulai berprogres menuju perkembangan yang positif.

Baca: Rela Dipoligami, Seorang Guru di Makassar Ikhlas Nikahkan Suaminya dengan Wanita Lain

Baca: Air-2, Airpod Bluetooth dengan Teknologi Nirkabel Terbaru dari D-Power

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved