Surya Paloh Ungkap Kesetiaan pada Jokowi, Ajak Kader Nasdem Hormati Partai Lain Meski Tak Searah

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengungkapkan kesetiaan Nasdem kepada pemerintahan Jokowi.

Surya Paloh Ungkap Kesetiaan pada Jokowi, Ajak Kader Nasdem Hormati Partai Lain Meski Tak Searah
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, saat acara Harlah PKB ke-16 di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2014). 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengungkapkan kesetiaan Nasdem kepada pemerintahan Jokowi.

Hal tersebut diungkapkan Surya Paloh saat membuka kongres kedua di JIExpo, Kemayoran, Jakarta (8/11/2019).

Dilansir melalui Kompas.com, Surya Paloh menyebut adanya partai yang menyatakan paling setia dengan Presiden Jokowi.

Surya Paloh mengungkapkan semestinya ucapan tersebut juga dibuktikan lewat perbuatan.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam Kongres Nasdem II di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam Kongres Nasdem II di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019). (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

"Karena apa? Karena nanti (jika) ada ujian berat yang dijalani Bapak Presiden, jangan-jangan hanya tinggal Nasdem yang bersama Bapak Presiden," ungkapnya.

Surya Paloh menyebut Nasdem harus berkomitmen untuk melaksanakan pengawalan terhadap Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga tujuan yang ditetapkan tercapai.

Baca: Anies Baswedan Mengaku Punya Hubungan Dekat dengan Surya Paloh Sebelum Hadiri Kongres Ke-2 Nasdem

Baca: Anies Baswedan Hadir di Kongres ke-2 Partai Nasdem, Panitia: Diundang Sebagai Gubernur DKI Jakarta

Nasdem tetap bisa kritis meski berada di dalam koalisi pemerintahan.

"Kalau kita mau, memperoleh kursi yang lebih tinggi lagi maka diperlukan konsistensi ucapan dan perbuatan. Diperlukan komitmen kesetiaan yang mengikat, bukan hanya janji sembarang janji," ungkapnya.

Surya Paloh mengingatkan untuk memiliki rasa bangga lebih tinggi menjadi warga Indonesia dari pada rasa bangga memiliki Nasdem.

"Kami bangga berada di Nasdem. Kami bangga memiliki Nasdem. Tapi kita harus lebih berbangga lagi menjadi rakyat dan warga negara Indonesia. Itu lah manifesto kita. Jadi bukan dasar Nasdem partai pengusung pemerintah kemudian hanya memikirkan kepentingan koalisi," lanjut dia.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved