Megawati: Konsep Post Truth Bahayakan Dunia

Konsep Post Truth atau paska kebenaran yang sedang berkembang sangat membahayakan dunia saat ini.

Megawati: Konsep Post Truth Bahayakan Dunia
Richard Susilo
Rektor universitas Soka (kiri), Baba, sedang menjelaskan lokasi lounge bagi para pelajar sekolah Megawati Soekarnoputri 

“Periksa teliti konfirmasi berita yang diperoleh sebelum dipercayai.”

Selain itu Megawati juga menyinggung Politik Emansipatoris.

“Dulu sebagai Partai terpinggirkan paling kecil. Namun saya percaya Kekuatan yang ada dari manusia itulah yang membangkitkan dirinya. Sedangkan Politisi hanya wacana saja, tidak ada arti. Dia harus ikut serta langsung ke dalam masyarakat.”

Lalu Megawati menceritakan soal tukang becak.

“Tukang becak itu tidak tahu apa-apa. Hanya ingin berpolitik. Dibuka mind nya terbuka sehingga kemudian dia jadi pandai . Pemimpin bukan mengecilkan tapi harus berpikiran luas. Sementara universitas buka ruang untuk membuka brain otak kita sendiri. Jadi yang buka diri kita sendiri bukan orang lain.”

Perempuan lebih pintar cerdas cintai anak tapi bisa berpolitik, ungkapnya soal wanita.

“Itu sebabnya saya menjadi presiden pertama wanita. Jangan malu-malu bagi yang cantik. Kalian tak akan kalah dengan laki-laki,” tekannya disambut tepuk tangan hadirin.

Kemanusiaan Bukan wacana, tekannya.

“Tanya diri sendiri are you Human Being Or not. Peluk kemanusiaan erat-erat dalam pikiran karena akan hidup dengan gembira. Akan menjadi manusia yang merdeka. Tidak ada yang dapat menekan kalian.
Namun juga tidak boleh menentang orangtua dan harus hormat kepada orangtua.”

Hormat tunduk simbol bangsa asia. Lihatlah orang Jepang tambahnya .

Akhirnya Megawati mengucapkan selamat ulangtahun 2 Januari kepada Daisaku Ikeda pendiri universitas Soka.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved