Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

KRL Diusulkan Berhenti Beroperasi, KCI: Masih dalam Pembahasan

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) angkat bicara terkait adanya usulan pemberhentian sementara operasional kereta rel listrik (KRL).

Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: bunga pradipta p
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) angkat bicara terkait adanya usulan pemberhentian sementara operasional kereta rel listrik (KRL). 

Para kepala daerah khawatir warganya tertular virus corona dalam perjalanan, lalu membawa virus ke rumah.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut terdapat dua usulan skenario yang diminta kepada PT KCI terkait pengoptimalan penerapan PSBB.

Skenario pertama, aktivitas transportasi KRL diberhentikan sementara.

Baca: Komisi IX Menyayangkan Masih Ada Penumpukan Penumpang KRL saat PSBB

Baca: Perjuangan Penumpang Naik KRL Selama Masa PSBB, Rela Antri sejak Pukul 05.00 WIB

Sementara skenario kedua yakni pengurangan jadwal kereta api.

“Jadi permintaannya sama apa yang disampaikan dengan Wakil Wali Kota Bogor, yakni permintaan pertama adalah pemberhentian aktivitas KRL, skenario kedua pengurangan jadwal kereta api,” kata Tri yang dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Bagian Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub Budi Rahardjo mengatakan mengungkapkan operasional KRL akan normal setidaknya hingga 17 April 2020.

Pihaknya belum membuat keputusan soal permohonan penghentian sementara operasional KRL selama PSBB di Bodebek yang telah diajukan para kepala daerah di wilayah itu.

Baca: Stasiun Mulai Padat, Pangdam Jaya Ingatkan Masyarakat Patuhi Pembatasan Kuota Penumpang KRL

"Belum ada keputusan. Namun sampai tanggal 17 (April) dipastikan KRL masih beroperasi," kata Budi Rahardjo, yang dikutip dari Kompas.com

Menurut penuturannya operasional KRL pada Rabu (15/4/2020) sama seperti operasional KRL pada hari-hari sebelumnya.

Kendati demikian akan ada pengurangan waktu operasional KRL mulai Kamis (16/4/2020.

"Untuk tanggal 16-17, ada sedikit pengurangan jadwal. Kalau tidak salah, pagi mulai jam 05.00 dari luar Jakarta (Bodetabek), sedangkan sore berakhir sampai jam 18.00 WIB dari Jakarta," ungkap Budi. (*)

(Tribunnews.com/Isnaya, Komapas.com/Fika Nurul Ulya/Cynthia Lova)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan