Breaking News:

Saeful Bahri Akui Beri Uang ke Wahyu Setiawan Terkait PAW Harun Masiku

Anggota PDI Perjuangan, Saeful Bahri, menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa pada kasus suap permohonan PAW.

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR 2019-2024 Saeful Bahri diperiksa penyidik, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/2/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota PDI Perjuangan, Saeful Bahri, menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa pada kasus suap permohonan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 dari fraksi PDI Perjuangan.

Saeful Bahri mengungkap ada biaya operasional Rp 1,5 Miliar untuk mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan yang dipergunakan untuk melobi komisioner KPU RI lainnya.

Upaya lobi itu dilakukan agar komisioner di lembaga penyelenggara pemilu itu menyetujui PAW atas nama Harun Masiku menggantikan Riezky Aprilia, caleg terpilih dari Partai PDIP, Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan 1.

Baca: 2 Pegawai Pabrik Rokok Meninggal Akibat Corona, Ratusan Karyawan Jalani Tes Swab

Baca: Sudah Dibuka Kembali, Simak Sejarah Menara Bangau Kuning di Wuhan

"Saya sampaikan uang itu untuk kebutuhan semua, sejauh sepengetahuan saya dana lobi Pak Wahyu untuk semua komisioner," ujar Saeful di rumah tahanan (rutan) KPK Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Baca: Lagi di Rumah Aja, Yuk Ikuti Tur Virtual Keliling Indonesia dan Dunia

Mengacu pada surat dakwaan atas nama Saeful Bahri, Harun Masiku telah mempersiapkan uang Rp 1,5 Miliar itu. Uang itu dipersiapkan atas permintaan uang dari Wahyu yang dilaporkan oleh Saeful Bahri dan Donny Tri Istiqomah kepada Harun Masiku di sebuah Restoran di Hotel Grand Hyatt Jakarta, pada tanggal 13 Desember 2019.

Belakangan, Saeful mengetahui pemberian dana operasional itu tidak diperbolehkan.

Dia mengaku berada dalam keadaan terjepit hingga akhirnya menggunakan dana operasional yang disebut berasal dari Harun Masiku.

"Saat itu saya, dalam keadaan terjepit. Memang di satu sisi partai melarang memberi dana operasional, di sisi lain KPU tak bergeming dengan pemintaan kita dan ada gestur permintaan uang," kata dia.

Dia mengklaim Wahyu sanggup mengurus PAW atas nama Harun Masiku. Wahyu sempat menyampaikan uang Rp 1,5 Miliar itu bukan untuk dipergunakan sendiri.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved