Breaking News:

Nasib WNI di Kapal Asing

Politikus PAN Desak Pemerintah Lindungi ABK WNI yang Bekerja di Kapal Asing

Menurutnya, ada tiga hal yang bisa dilakukan pemerintah dalam melindungi WNI yang bekerja di kapal-kapal asing

Taufik Ismail
Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Saleh Daulay di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (12/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi IX DPR mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian penuh kepada warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal-kapal asing.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN Saleh Daulay menyikapi adanya dua ABK asal Indonesia yang  nekat melompat dari kapal berbendera China ke laut di wilayah Selat Malaka.

Baca: 150 Orang Ambil Paksa Jenazah PDP Corona, Polisi: Sudah Masuk Unsur Pidana, Pelaku Masih Diselidiki

Aksi kedua ABK WNI itu ditengarai untuk menghindari tindakan kekerasan yang dilakukan bosnya.

“Saya dengar, ABK kita itu terjun dari kapal berbendera China. Lagi-lagi, alasannya karena kekerasan, ini tidak bisa dibiarkan. WNI yang bekerja di kapal-kapal asing wajib dilindungi," ujar Saleh saat dihubungi Tribunnews.com, Jakarta, Senin (8/6/2020).

Menurutnya, ada tiga hal yang bisa dilakukan pemerintah dalam melindungi WNI yang bekerja di kapal-kapal asing.

Pertama, pemerintah harus menjalin kerjasama dengan pemerintah negara asing yang banyak mempekerjakan WNI.

Dalam kerjasama itu, kata Saleh, diharapkan ada klausul perlindungan bagi WNI.

Sehingga, kemana pun kapalnya berlayar, perlindungan penuh harus diberikan.

“Perlindungan itu termasuk upah, jam kerja, jaminan sosial, lembur, kesehatan, makan, istirahat, libur, dan hak-hak pekerja lainnya. Mereka tidak boleh menerima tindak kekerasan dan harus dibayar sesuai dengan kontrak kerja," papar Wakil Ketua Fraksi PAN itu.

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved