Breaking News:

Kasus Imam Nahrawi

Kubu Imam Nahrawi Minta KPK Tindaklanjuti Pengakuan Taufik Hidayat Soal Pemberian Uang Rp 1 M

KPK menindaklanjuti keterangan mantan pebulutangkis nasional, Taufik Hidayat terkait penyerahan Rp 1 miliar kepada Miftahul Ulum.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap pengurusan proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi Imam Nahrawi mengikuti sidangputusan yang disiarkan secara 'live streaming' di gedung KPK, Jakarta, Senin (29/6/2020). Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut divonis 7 tahun penjara dengan denda Rp 400 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima suap senilai Rp 11,5 miliar terkait pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penasihat hukum terdakwa Imam Nahrawi meminta pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti keterangan mantan pebulutangkis nasional, Taufik Hidayat terkait penyerahan Rp 1 miliar kepada Miftahul Ulum.

"Jadi itu seharusnya didalami KPK, jadi bukan maksud Imam menyerang personal beliau, tetapi fakta persidangan. Jadi kalau pak Imam diperiksa beliau diperiksa," kata Wa Ode Nur Zainab, penasihat hukum Imam Nahrawi, ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Baca: KPK Segera Adakan Rapat Bahas Pernyataan Eks Menpora Imam Nahrawi

Dalam kesaksiannya di persidangan, Taufik Hidayat yang saat itu menjabat Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengaku mendapat pesan dari Manager Perencanaan Satlak Prima Kemenpora, Tomy Suhartanto. Tomy menitipkan uang Rp 1 miliar ke Taufik untuk diserahkan ke Ulum.

Selanjutnya, Taufik Hidayat mengaku ditelepon Ulum setelah mendapat telepon dari Tomy yang menyebut uang akan segera diambil. Ulum mendatangi kediaman Taufik. Kepada Ulum, Taufik menyerahkan plastik warna hitam ke Ulum di garasi kediamannya.

Baca: Penasihat Hukum Imam Nahrawi Masih Pertimbangkan Ajukan Banding

Setelah penyerahan uang tersebut, Taufik mengaku tak ada pembahasan lain, dan Ulum juga segera pergi.

"Orang terhormat ini menyampaikan di persidangan. Pak Imam tidak pernah memerintahkan mengambil uang, Miftahul Ulum juga tidak pernah minta uang. Artinya itu clear tidak pernah ada permintaan uang kepada beliau," ujar Wa Ode.

Untuk pembuktian perkara ada penerimaan uang, kata dia, rekaman closed circuit television (CCTV) di kediaman Taufik Hidayat dapat dibuka.

"Dia bilang di rumah ada CCTV, tetapi tidak pernah dibuka," tuturnya.

Baca: Tak Hanya Divonis 7 Tahun Penjara, Mantan Menpora Imam Nahrawi Wajib Ganti Uang Negara Rp 18 M

Dia menambahkan Imam Nahrawi tidak bermasalah dengan Taufik Hidayat.

"Terhadap ada satu atlet berprestasi. Kami semua salut kepada respect kepada beliau. Jadi di sini sebenarnya tidak ada tendensi menjatuhkan seseorang. Pak Imam sama sekali tidak ingin kemudian menyerang personal, tetapi kita bicara fakta di persidangan," tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved