Breaking News:

Nasib WNI di Kapal Asing

BP2MI Temukan 15 ABK Telantar Di Garut, Hutang Hingga Belasan Juta, Gaji 2 Tahun Tak Dibayar

Benny Rhamdani mengatakan sebanyak 15 orang PMI ABK ditemukan dalam penggerebekan yang ditampung di rumah

Sumber: MBC/Screengrab from YouTube
Ilustrasi nasib ABK di Kapal China 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- BP2MI menggerebek penampungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Awak Buah Kapal (ABK) di Vila Narasati, Cipanas, Garut, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020) malam.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan sebanyak 15 orang PMI ABK ditemukan dalam penggerebekan yang ditampung di rumah tersebut.

Mereka merupakan awak kapal ikan dari Taiwan yang tidak dibayarkan gajinya selama kurang lebih dua tahun bekerja oleh pihak perusahaan pengirim, PT Gafa Samudra Abadi.

"Mereka ditampung di rumah ini oleh pihak perusahaan dan dijanjikan akan dibayarkan gajinya," kata Benny dalam keterangannya.

Baca: Indonesia Tunggu Penegakan Hukum atas Kematian Empat ABK Indonesia di Kapal China

Benny mengungkapkan para ABK malah ditelantarkan di rumah tersebut tanpa fasilitas yang layak dan tanpa biaya hidup.

"Bahkan air untuk mandi saja tidak ada, mereka harus berjalan kaki sekitar 500 meter untuk mandi di pemandian umum," ungkap Benny.

Diketahui tunggakan gaji yang belum dibayarkan mulai dari 50 hingga 136 juta rupiah.

Sejumlah uang tersebut telah dibayarkan oleh agensi di Taiwan kepada PT Gafa Samudra Abadi sejak April 2020, namun belum pernah sampai di tangan para ABK.

"Para ABK ini bertahan di rumah ini hingga tahunan untuk menuntut hak yang belum mereka dapatkan. Di sini terdapat pelanggaran kontrak oleh perusahaan," tambah Benny.

Baca: Kisah Reynalfi, ABK di Kapal China yang Disiksa Lalu Nekat Terjun di Perairan Tanjung Balai Karimun

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved