Breaking News:

Komnas HAM Ungkap Respon Pemerintah Terkait R-Perpres Pelibatan TNI Untuk Tangani Aksi Terorisme

Anam mengungkapkan meski Presiden RI Joko Widodo secara langsung tidak memberikan respon namun melalui Menko Polhukam Mahfud MD.

Penulis: Gita Irawan
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkap respon pemerintah terkait surat Nomor 056/TUA/VI/2020 tertanggal 17 Juni 2020 yang pernah dikirimkan Komnas HAM terkait rekomendasi untuk menarik Rancangan Perpres (R-Perpres) Pelibatan TNI dalam Mengatasi Aksi Terorisme.

Anam mengungkapkan meski Presiden RI Joko Widodo secara langsung tidak memberikan respon namun melalui Menko Polhukam Mahfud MD. 

Respon itu, kata Anam, diberikan Mahfud sekira satu minggu lalu. 

Baca: Komnas HAM: Bekal Pengetahuan HAM kepada Prajurit TNI yang Bantu Atasi Terorisme Tidak Cukup

Anam mengatakan saat itu Mahfud menyatakan pemerintah menerima masukan serta substansi surat yang dikirimkan Komnas HAM.

Hal tersebut disampaikan Anam dalam diskusi virtual yang digelar Lembaga Pengembangan Studi Hukum dan Advokasi Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah pada Jumat (21/8/2020).

"Dalam kesempatan terakhir kalau tidak salah satu minggu yang lalu Pak Mahfud mengatakan bahwa ini sedang mendikusikan kembali R-Perpres pelibatan TNI yang salah satunya juga mereka menerima masukan dari Komnas HAM, substansi dari suratnya Komnas HAM juga diperhatikan oleh Pak Mahfud. Jadi di level pemerintah juga ada melakukan proses pembahasan lagi," kata Anam. 

Baca: TNI Tewas Tergantung dan Tangan Terikat, Mertua Ungkap Janji Serda Rusdi saat Ulang Tahun Anaknya

Pada intinya, kata Anam, Komnas HAM membolehkan pelibatan TNI dalam mengatasi aksi terorisme namun hanya di level penindakan dalam konteks ancaman yang paling serius dan ketika polisi telah gagal. 

Kedua, kata Anam, pelibatan itu dikoordinasikan oleh Polisi.

Ketiga pelibatan itu tidak bersifat permanen yang sifatnya ad hoc ketika dibutuhkan. 

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved