Breaking News:

KPK Panggil Senior VP PT Waskita Karya Terkait Korupsi Kampus IPDN Gowa

Senior Vice President Building Division PT Waskita Karya, Setiawan Andri diperiksa untuk tersangka Dudy Jicom di korupsi kampus IPDN Gowa.

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Mantan Pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dudy Jocom, menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK pada Senin (6/8/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Senior Vice President Building Division PT Waskita Karya (Persero) Setiawan Andri.

Setiawan akan diperiksa dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kampus IPDN di Gowa, Sulawesi Selatan dengan tersangka mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kementerian Dalam Negeri Dudy Jocom.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ (Dudi Jocom)," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: KPK Periksa Kabiro Perencanaan dan Anggaran Sekjen Kemendagri Terkait Korupsi Kampus IPDN Gowa

Diketahui, KPK kembali menetapkan mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dudy Jocom sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan dua gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dudy menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi kampus IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan kampus IPDN di Minahasa, Sulawesi Utara tahun anggaran 2011.

Selain Dudy Jocom, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya Adi Wibowo dan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya Dono Purwoko sebagai tersangka.

Pada 2010, Dudy Jocom melalui kenalannya diduga menghubungi beberapa kontraktor dan menyampaikan akan ada proyek IPDN.

Mantan Pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dudy Jocom, menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK pada Senin (6/8/2018).
Mantan Pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dudy Jocom, menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK pada Senin (6/8/2018). (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Sebelum lelang dilakukan, telah disepakati pembagian proyek, yakni proyek IPDN di Sulawesi Selatan dikerjakan Waskita Karya sementara PT Adhi Karya menggarap proyek IPDN di Sulawesi Utara.

Diduga, terkait pembagian proyek ini, Dudy Jocom dan kawan-kawan meminta fee 7 persen.

Dari kedua proyek tersebut negara mengalami kerugian Rp 21 miliar.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved