Breaking News:

Korupsi Bansos Covid di Kemensos

Kuasa Hukum Sebut Ada yang Mau Cuci Tangan di Kasus Juliari Batubara

Maqdir mengatakan pernyataan saksi Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono soal adanya arahan dari menteri seolah sengaja membangun narasi menyesatkan.

Glery Lazuardi/Tribunnews.com
Maqdir Ismail 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 terus bergulir di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat. 

Sejumlah keterangan saksi terus didalami guna menguak kasus agar terang benderang.

Sejumlah kesaksian disebut kerap berubah-ubah. 

Tim kuasa hukum terdakwa Juliari Batubara, Maqdir Ismail, menyebut seolah ada yang mau cuci tangan dalam kasus ini.

Maqdir mengatakan, pernyataan saksi Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono tentang adanya arahan dari menteri seolah sengaja membangun narasi menyesatkan. 

Sebab seolah-olah Juliari Batubara adalah aktor utama dan bermain sendirian dalam kasus korupsi tersebut.

"Kesan yang hendak ditampikan oleh AW (Adi Wahyono) dan MJS (Matheus Joko Santoso) bahwa mereka melakukan tindakan menerima hadiah atau janji karena jalankan perintah menteri. Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada arahan menteri untuk menerima hadiah dan janji, tetapi arahan menteri agar keduanya menjalankan tugas mereka secara baik sesuai dengan aturan," kata Maqdir lewat keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Kasus Bansos Covid-19, KPK Perpanjang Masa Penahanan Anak Buah Juliari Batubara

Maqdir menilai pernyataan kedua saksi kuat dugaan ingin lari dari tanggung jawab hukum yang menjeratnya.

"Pernyataan adanya pengarahan menteri, menurut hemat saya sengaja disampaikan sebagai alibi agar mereka tidak dihukum atau kalau dihukum mendapat hukuman yang ringan," katanya.

Maqdir melanjutkan, berkenaan soal arahan Menteri ini tidak selayaknya dipertanyakan atau disampaikan dalam perkara terdakwa Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved