Breaking News:

Mahfud MD Sebut Ada Banyak Orang yang Takut RUU Perampasan Aset Disahkan

Mahfud MD menyebut ada pihak yang takut jika Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana disahkan.

Penulis: Nuryanti
Tim Humas Kemenko Polhukam
Mahfud MD menyebut ada pihak yang takut jika Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana disahkan. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut, ada pihak yang takut jika Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana disahkan.

Hal itu disampaikan Mahfud MD saat berbincang dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Jumat (2/4/2021).

Mahfud MD diketahui juga menjabat sebagai Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Ia menyampaikan, pemerintah berencana untuk melanjutkan RUU Perampasan Aset Tindak Pidana.

Menurutnya, RUU tersebut sudah pernah masuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tapi tidak dilanjutkan.

"Ini kan tertunda, padahal dari situ banyak sekali tindak pidananya terbukti tapi asetnya dikembalikan," ujarnya, dikutip dari YouTube PPATK Indonesia, Jumat (2/4/2021).

"Banyak sekali terjadi kasus, sudah dihukum tapi barang yang terkait dengan itu dikembalikan," jelasnya.

Baca juga: KLB Kubu Moeldoko Ditolak, Reaksi Kakak Beradik Demokrat hingga Mahfud MD

Baca juga: Pemerintah Tolak KLB Kubu Moeldoko, Mahfud MD: Kekisruhan Partai Demokrat Secara Hukum Selesai

aset 1
Mahfud MD saat berbincang dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Jumat (2/4/2021).

Dari informasi yang ia dapat, banyak pihak yang takut jika RUU Perampasan Aset Tindak Pidana disahkan.

"Saya berdiskusi dengan beberapa teman di kantor saya, kenapa itu terjadi?"

"Memang ada masalah yang agak mengkhawatirkan, dalam pengertian banyak orang yang takut," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved