Breaking News:

Reshuffle Kabinet

Sosok 6 Menteri yang Disebut-sebut akan Diganti hingga Isu Reshuffle Menteri Berinisial M

Inilah sosok enam menteri yang disebut-sebut akan diganti hingga muncul isu reshuffle yang menyasar menteri berinisial M. Siapa saja mereka?

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin mengenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju. 

Anggota DPR Fraksi NasDem, Muhammad Rapsel Ali, kabarnya akan menggantikan Syahrul jadi Menteri Pertanian.

Di tengah wacana reshuffle kabinet, Rapsel Ali mengaku telah diundang ke Istana untuk menghadap Jokowi.

Mantan Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Sulawesi Selatan ini mengakui bertemu Jokowi pada Rabu (14/4/2021).

Soal ramainya pemberitaan akan masuk dalam kabinet, Rapsel Ali menanggapinya dengan santai.

Ia hanya merasa sangat terhormat bisa bertemu Presiden dan membahas masalah kebangsaan.

"Kami berdialog sambil jalan bersama," kata dia.

4. Budi Karya Sumadi

Menhub Budi Karya Sumadi.
Menhub Budi Karya Sumadi. (dok. kemenhub)

Kabar lain yang berhembus terkait isu reshuffle kabinet adalah penggantian Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan.

Kabar yang berembus, tokoh dari PAN akan mengisi jabatan Menteri Perhubungan andai Budi Karya Sumadi digeser.

Sebab, partai berlambang matahari putih kabarnya akan bergabung dalam pemerintahan Jokowi.

Ada dua calon menteri dari PAN yang beredar di publik yakni politikus senior PAN Asman Abnur dan Sekjen PAN, Eddy Soeparno.

Sebelumnya, Asman Abnur pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) masa jabatan 2016 - 2018.

Namun, Asman Abnur mengundurkan diri karena PAN tidak mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

5. Teten Masduki

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki
Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki. (dok.)

Yang mengejutkan adalah munculnya nama tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Witjaksono.

Sejumlah media memberitakan, Ketua Umum Serikat Nelayan NU ini telah dipanggil oleh Jokowi untuk berdiskusi mengenai UMKM dan kehidupan nelayan.

Informasi yang berembus, Witjaksono kemungkinan akan menjabat Menteri Koperasi dan UMKM menggantikan Teten Masduki.

Jika Teten Masduki diganti, ini adalah kali kedua politikus PDIP ikut terkena reshuffle.

Sebelumnya, pada periode pertama Jokowi, Teten Masduki pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 2 September 2015.

Saat itu, ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Luhut Panjaitan.

Namun, Teten Masduki terkena reshuffle dan mengakhiri jabatannya sebagai KSP pada 17 Januari 2018.

Jabatan Teten Masduki akhirnya diisi oleh Moeldoko hingga kini.

6. Bahlil Lahadalia

Mantan Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Mantan Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Menurut rencana, presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Satu nama yang juga santer beredar adalah Bahlil Lahadalia.

Saat ini , Bahlil Lahadalia menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sebelumnya pejabat KSP, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, Bahlil masih akan dipercaya Presiden Jokowi.

Ngabalin memperkirakan, Bahlil akan ditunjuk sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM.

Diketahui, Kementerian Investasi adalah kementerian baru yang akan melengkapi 34 kementerian yang sudah ada sebelumnya.

Sosok Menteri Inisial M

Di tengah isu reshuffle kabinet, muncul kabar yang tak kalah jadi bahan pembicaraan.

Tak lain sosok menteri inisial M juga akan di-reshuffle.

Hal ini disampaikan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luqman Hakim.

Sayangnya, tak diketahui persis, siapa sosok menteri inisial M yang dimaksud.

Namun, bila merujuk daftar menteri di Kabinet Indonesia Kerja saat ini, ada lima sosok menteri dan satu kepala lembaga yang berinisial M atau minimal memiliki nama depan huruf M.

Mereka adalah:

- Mohammad Mahfud MD: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

- Muhadjir Effendy: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

- Muhammad Tito Karnavian: Menteri Dalam Negeri

- Muhammad Lutfi: Menteri Perdagangan

- Mochamad Basoeki Hadimoeljono: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

- Moeldoko: Kepala Staf Kepresidenan

Terkait hal itu, pengamat politik, Karyono Wibowo mengatakan, pernyataan Luqman Hakim belum tentu benar adanya dan cenderung spekulatif.

Apalagi, terdapat beberapa menteri yang memiliki inisial M dalam namanya.

"Terkait dengan wacana pergantian menteri yang berinisial M bakal diganti menurut saya itu merupakan pendapat spekulatif yang belum tentu benar."

"Wacana tersebut lebih sekadar sensasi," ujar Karyono, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (20/4/2021).

Karyono Wibowo, Direktur Ekskutif Indonesian Public Institute
Karyono Wibowo, Direktur Ekskutif Indonesian Public Institute (ISTIMEWA)

Karyono lantas memprediksi nama-nama seperti Moeldoko hingga Mahfud MD justru masih akan dipertahankan oleh Jokowi dalam kabinet.

Menurutnya, walaupun Moeldoko kemarin sempat terjebak dalam kontroversi kudeta Partai Demokrat, Jokowi dinilai masih membutuhkannya.

"Justru saya memprediksi beberapa menteri atau pejabat setingkat menteri yang memiliki nama depan M seperti Moeldoko, Mahfud MD, Muhammad Tito Karnavian, Muhammad Basuki Hadimuljono, masih dipertahankan dalam kabinet Indonesia Maju."

"Terlepas dari kontroversinya, posisi mereka masih dibutuhkan Presiden Joko Widodo di pemerintahan," kata Karyono.

"Untuk M Lutfi dan Muhadjir Effendi kemungkinannya peluangnya fifty-fifty. Mungkin saja akan dilakukan pergeseran ke pos-pos lain," kata dia.

(Tribunnews.com/Sri Juliati/Vincentius Jyestha/Hasannudin Aco)

Berita lain terkait reshuffle kabinet

Penulis: Sri Juliati
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved