Breaking News:

Penyidik KPK Memeras

Kompolnas Minta Penyidik KPK AKP Stepanus Robin Dipecat

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyebut tindakan yang dilakukan oleh AKP Stepanus telah menodai citra Polri dan KPK.

Tribunnews.com/Ilham
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial (MS) dan penyidik AKP Steppanus jadi tersangka. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta penyidik KPK asal Polri AKP Stepanus Robin yang diduga terlibat kasus pemerasan untuk segera diproses Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyebut tindakan yang dilakukan oleh AKP Stepanus telah menodai citra Polri dan KPK.

"Tindakan ini jelas merupakan tindak pidana, dan mencemarkan nama baik institusi Polri dan KPK. Adanya dugaan pelanggaran etik yang nantinya akan diproses Propam Polri, ancaman terberat adalah PTDH," kata Poengky saat dikonfirmasi, Jumat (23/4). 

Lebih lanjut, Poengky juga meminta Propam untuk melakukan pengawasan yang ketat kepada seluruh jajarannya yang bertugas di Polri maupun berdinas di luar korps Bhayangkara.

"Pimpinan perlu melakukan pengawasan terhadap komunikasi dan tindakan-tindakan operasional anggota di lapangan agar tidak terjadi penyimpangan," jelasnya. 

Dia juga menyayangkan AKP Stepanus Robin yang berdinas dari Polri ke KPK justru terlibat dalam dugaan kasus pemerasan

Menurutnya, AKP Stepanus seharusnya dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Dalam kasus ini, ia menilai AKP Stepanus telah melanggar Pasal 12 huruf e UU Tipikor. Dalam kasus ini, dia terancam hukuman pidana.

"Ancaman pidananya bisa penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 Miliar," tukasnya.

Sebelumnya, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri Stepanus Robin Pattuju resmi mengenakan rompi oranye bersama pengacara bernama Maskur Husain.

Baca juga: Penyidik KPK AKP Stepanus Kenal Azis Syamsuddin lewat Ajudan

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved