Breaking News:

Penyidik KPK Memeras

Dipanggil Pertama Kali oleh KPK Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Mangkir, Katanya ada Kegiatan Lain

Terhadap mangkirnya Azis, Ali memastikan pihaknya akan kembali mengagendakan pemanggilan terhadap yang bersangkutan.

Eno/Man (dpr.go.id)
Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mangkir dari panggilan KPK.

Sedianya, politikus Partai Golkar itu akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap yang menyeret penyidik Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, M. Syahrial. 

Plt juru bicara Ali Fikri menyebut pihaknya mendapat surat dari Azis mengenai ketidakhadirannya tersebut. Azis berdalih ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

”Informasi yang kami terima yang bersangkutan hari ini konfirmasi secara tertulis bahwa yang bersangkutan tidak bisa hadir memenuhi panggilan karena masih ada agenda kegiatan yang dilakukan," ujar Ali dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/5).

Terhadap mangkirnya Azis, Ali memastikan pihaknya akan kembali mengagendakan pemanggilan terhadap yang bersangkutan.

Penyidik membawa 3 koper berwarna hitam, biru dan oranye hasil penggeledahan dari ruang kerja Azis.
Penyidik membawa 3 koper berwarna hitam, biru dan oranye hasil penggeledahan dari ruang kerja Azis. (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

”Untuk itu KPK akan kembali memanggil yang bersangkutan dan mengenai waktunya akan kami informasikan lebih lanjut," kata Ali.

Ini merupakan panggilan pertama untuk Azis Syamsuddin sejak namanya ikut disebut terlibat dalam perkara dugaan suap AKP Stepanus Robin dari Syahrial.

Robin adalah penyidik KPK yang diduga menerima suap dari Syahrial yang merupakan Wali Kota Tanjungbalai.

Dalam perkara ini, Syahrial diduga menyuap Robin sebesar Rp 1,3 miliar. Suap diduga bertujuan agar Robin mengupayakan penyelidikan KPK terkait kasus di Tanjungbalai terkait dirinya dihentikan.

Baca juga: MKD DPR Bakal Bawa Kasus Azis Syamsuddin ke Rapat Pleno 18 Mei Mendatang

Dalam aksinya, Robin diduga dibantu advokat bernama Maskur Husain. Ia pun sudah dijerat sebagai tersangka karena diduga bersama-sama menerima suap.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved