Konflik di Afghanistan

Kepala BNPT Sebut Ada Pihak yang Berusaha Galang Simpatisan Lewat Isu Taliban

BNPT menyebut ada sejumlah kelompok di Indonesia yang menggalang simpatisan lewat isu Taliban di media sosial.

Penulis: Nuryanti
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar. BNPT menyebut ada sejumlah kelompok di Indonesia yang menggalang simpatisan lewat isu Taliban di media sosial. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada sejumlah kelompok di Indonesia yang menggalang simpatisan lewat isu Taliban di media sosial.

Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar, menyampaikan masyarakat perlu memahami suasana pendukung kemenangan Taliban tidak perlu terjadi di Indonesia.

Ia juga menekankan, masalah pergerakan yang terjadi di Afghanistan adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi di Indonesia.

Baca juga: Petinggi Taliban Bertemu Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai di Kabul

Baca juga: Ibu-ibu di Afghanistan Berusaha Lindungi Bayinya dari Tembakan Tentara Taliban

Pihaknya kini terus mencermati terkait penggalangan simpatisan melalui isu Taliban di media sosial.

"Mungkin bisa saja awalnya bersimpati, karena Taliban itu lebih pada urusan dalam negeri Afghanistan," ujarnya, seperti dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu (21/8/2021).

"Tapi kita menyadari, mempelajari dari sosial media, ada tiap-tiap tertentu yang mencoba untuk menggalang simpatisan, ini sedang kita cermati terus," jelasnya.

Baca juga: Kerabat Dekat Editor Deutsche Welle Ditembak Mati oleh Taliban

Seorang pejuang Taliban menggunakan senapan mesin di atas kendaraan saat mereka berpatroli di sepanjang jalan di Kabul, afghanistan, Senin (16/8/2021).
Seorang pejuang Taliban menggunakan senapan mesin di atas kendaraan saat mereka berpatroli di sepanjang jalan di Kabul, afghanistan, Senin (16/8/2021). (AFP/WAKIL KOHSAR)

Baca juga: Taliban Desak Khatib Salat Jumat Serukan Persatuan dan Bujuk Warga Tak Melarikan Diri

Boy Rafli lalu mengingatkan, ideologi Taliban berbeda dengan Indonesia.

"Tapi, kita berharap pada seluruh masyarakat apapun contoh-contoh yang terjadi berkaitan pergerakan Taliban di negaranya, itu ada sesuatu yang tidak boleh terjadi di negara kita," katanya.

"Karena bagaimanapun, kita adalah negara yang memiliki ideologi sendiri, konstitusi sendiri."

"Yang sudah pasti mewajibkan kita untuk bela negara sendiri, bukan bela negara lain," tegas Kepala BNPT itu.

Baca juga: Badri 313, Pasukan Elite Taliban dengan Peralatan Canggih Berpatroli di Jalan-jalan Kota Kabul

Baca juga: Hindari Taliban, Anak-anak Afghanistan Dievakuasi Melalui Tembok Tinggi Berduri

Baca juga: Taliban Kian Beringas, Jurnalis dan Keluarganya Ditembak Mati, Gubernur Wanita Ditangkap

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved