Mensos Risma Debat Sengit dengan Mahasiswa di Lombok Timur: Kamu Jangan Fitnah Aku Ya . . .
Kedatangan Risma disambut unjuk rasa oleh sejumlah mahasiswa Universitas Gunung Rinjani, Lombok Timur.
Editor:
Malvyandie Haryadi
Menanggapi aksi protes tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Diah Pitaloka meminta masyarakat bersabar dan membiarkan Risma bekerja memperbaiki data dan teknis penyaluran bansos.

Baca juga: Minta Petugas PKH Amanah, Mensos Risma: Satu Orang Saja itu Titipan Tuhan
“Biarkan Risma bekerja, Menteri Sosial sedang fokus dalam berbagai perbaikan kinerja di Kemensos terkait data dan teknis penyaluran bansos," kata Diah dalam keterangannya kepada Tribunnnews.com, Kamis (14/10/2021).
"Bu Risma sedang berusaha menyelesaikan banyak pekerjaan rumah di Kemensos seperti perbaikan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), teknis penyaluran bansos, mengembangkan berbagai program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Diah Pitaloka yang berkomentar di tengah-tengah kegiatan penyaluran beras untuk para Nelayan di Cidaun, Kabupaten Cianjur.
"Kita mendukung perbaikan yang dilakukan Bu Risma di Kemensos," tegas Diah.
Baca juga: Mensos dan Mahasiswa Cekcok Bansos, Wakil Ketua Komisi VIII: Biarkan Risma Bekerja
Selanjutnya Diah mengatakan bahwa perbaikan-perbaikan terus dilakukan terkait penyaluran bansos dan mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam membangun kerja kerja positif dalam upaya peningkatan kinerja di kemensos.
Dalam kunjungannya di Lombok Timur, Risma mengatakan bahwa DTKS Kemensos sudah tidak memiliki masalah, di mana tidak adalagi terdapat data yang ganda.
Tercatat dari April 2021, Kemensos sudah menidurkan setidaknya 21 juta DTKS ganda. Risma menyebutkan, Kemensos sering sekali memeriksa langsung Keluarga Penerima Manfaat di lapangan
Seperti yang dilakukan di Lombok Timur ini, kunjungan Risma untuk memantau proses penyaluran bantuan dengan mengumpulkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan TKSK.
Kemudian dilanjutkan dengan menyerahkan bantuan ke penyandang disabilitas, peserta PKH yang telah graduasi dan anak yatim. (Kompas.com/Tribunnews/Warta Kota)