Breaking News:

Psikolog Forensik Sebut Tidak Semua Orang yang Pamer Alat Vital Bisa Disebut Eksibisionis

Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, mengungkapkan tidak semua orang yang sengaja memamerkan alat vitalnya bisa disebut eksibisionis.

Tangkap layar kanal YouTube Baitul Maal Hidayatullah
Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel 

TRIBUNNEWS.COM - Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, mengungkapkan tidak semua orang yang sengaja memamerkan alat vitalnya bisa disebut eksibisionis.

Menurut Reza, sudah terjadi pengaburan atau penyimpangan makna istilah eksibisionisme (KBBI: ekshibisionisme).

"Eksibisionisme itu sebenarnya istilah spesifik untuk salah satu jenis gangguan."

"Bukan sebutan umum yang bisa dikenakan ke siapa pun yang memamerkan (mengeksibisi, exhibite) organ vital mereka," ungkap Reza kepada Tribunnews.com, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Ramai Kasus Siskaeee, Apa Itu Eksibisionisme? Ahli Beri Penjelasan

Reza menjelaskan, eksibisionisme sebagai gangguan bermakna pelakunya merasakan kenikmatan seksual dengan cara mempertontonkan alat vitalnya.

"Dia merasa nikmat, sementara orang di hadapannya terguncang karena tidak menyangka dan menolak dihadapkan pada situasi ekstrem sedemikian rupa," ungkap Reza.

Lebih lanjut, Reza mengungkapkan harus dibedakan antara eksibisionis dengan pemeran film dewasa.

"Sama-sama mempertontonkan alat kelamin, tapi si pelaku (film dewasa) melakukannya bukan dalam rangka memperoleh kenikmatan seksual."

"Orang yang menyaksikannya yang justru bersenang-senang melihat area sensitif si pelaku."

"Nah, ini memang memamerkan, tapi tidak tepat disebut sebagai pengidap gangguan eksibisionisme atau pelaku eksibisionisme."

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved