Azis Syamsuddin Tersangka
KPK Yakin Azis Syamsuddin Divonis Bersalah saat Hari Valentine
Ali menyebut alat bukti sudah cukup meyakinkan majelis hakim menjatuhkan vonis bersalah pada Azis Syamsuddin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini Azis Syamsuddin akan divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta karena menyuap penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju.
Hal tersebut disampaikan KPK menanggapi pembelaan atau pleidoi yang dibacakan mantan Wakil Ketua DPR RI itu dalam persidangan Senin (31/1) lalu.
Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, menyebut bahwa pembelaan atau pleidoi memang merupakan hak seorang terdakwa. Termasuk Azis.
"Terdakwa tentu punya hak untuk membela diri termasuk membantah seluruh isi dakwaan tim Jaksa," kata Ali melalui keterangan tertulisnya, Selasa (1/2).
Baca juga: Tangis Eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin Bacakan Pleidoi, Berikut 3 Poin Nota Pembelaannya
Baca juga: Jelang Putusan, Azis Syamsuddin Minta Pihak Luar Persidangan Tak Beri Komentar Apapun
Meski begitu, KPK meyakini bahwa dakwaan terkait suap Azis dapat dibuktikan.
Ali menyebut alat bukti sudah cukup meyakinkan majelis hakim menjatuhkan vonis bersalah pada politikus Partai Golkar itu.
"KPK sangat yakin, seluruh proses pembuktian melalui alat bukti yang dihadirkan di persidangan ini dapat memberikan keyakinan bagi Majelis Hakim mengenai perbuatan yang dilakukan Terdakwa," ucap Ali.
"Kami memastikan dalam setiap proses penanganan perkara selalu bekerja sesuai aturan dan koridor hukum yang berlaku," ujarnya.
Azis Syamsuddin sebelumnya didakwa oleh Jaksa KPK memberi suap senilai Rp 3,619 miliar kepada Robin Pattuju dan Maskur Husain.
Tujuannya agar dia dan Aliza Gunado terhindar dari penyelidikan KPK di Lampung Tengah.
KPK pun menuntut Azis dihukum 4 tahun 2 bulan penjara, denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Sebab, KPK yakin dakwaan terbukti.
Kini persidangan terhadap Azis tinggal menunggu vonis majelis hakim.
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjadwalkan pembacaan vonis terhadap Azis pada Senin, 14 Februari 2022.
Di kalangan anak muda, hari itu dikenal sebagai Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang.
"Persidangan hari ini cukup, diundur ditetapkan disidangkan kembali pada Senin tanggal 14 Februari 2022, pada pukul 10.00 WIB dengan agenda putusan," ujar Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis di persidangan, Senin (31/1).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aziz-syamsuddin-jalani-sidang-tuntutan-kasus-korupsi_20220124_151712.jpg)