Polisi Tembak Polisi

Komnas HAM Sebut Kertas yang Dilipat Berisi Nomor Telepon, Pengacara Brigadir J Tidak Yakin

Pengacara Brigadir J tidak meyakini bahwa kertas yang dilipat oleh Komnas HAM saat konpers berisi nomor telepon saksi termasuk keluarga Brigadir J.

Tangkap layar akun Youtube Kompas TV
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat memberikan keterangan perkembangan kasus Brigadir J atau Yoshua. Pengacara Brigadir J tidak meyakini bahwa kertas yang dilipat oleh Komnas HAM saat konpers berisi nomor telepon saksi termasuk keluarga Brigadir J. 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Mansur Febria tidak yakin bahwa kertas yang ditutup oleh Komisioner Komnas HAM Choirul Anam berisi nomor-nomor telepon.

Mansur mengatakan konferensi pers yang memperlihatkan data dalam bentuk kertas besar itu terkait hasil rekaman CCTV dari Magelang hingga Jakarta dan bukan soal komunikasi dari para saksi.

Bahkan, katanya, tidak ada pula penjelasan terkait komunikasi Brigadir J dengan keluarganya.

"Pertanyaannya apakah dalam identifikasi CCTV tersebut ada identitas keluarga almarhum. Jadi hal ini yang membuat publik bertanya-tanya sepertinya Komnas HAM jadi bumper, jadi corong Polri," tuturnya dikutip dari Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Sabtu (30/7/2022).

Mansur pun mengaku curiga bahwa adanya upaya menutup-nutupi sehingga membuat pihaknya semakin ragu akan kinerja Komnas HAM terkait penyelidikan tewasnya Brigadir J.

"Kami menghormati sangat percaya Komnas HAM profesional, namun akhir-akhir ini penyampaiannya tidak spesifik," jelasnya.

Baca juga: Siapa Sosok Ajudan yang Cerita Brigadir J Pernah Todongkan Senjata ke Foto Irjen Ferdy Sambo?

Penjelasan Komnas HAM, Minta Publik Lihat Video secara Lengkap

Sebelumnya, Choirul Anam sempat memegang kertas besar yang diduga berisi soal informasi penyelidikan terkait kasus tewasnya Brigadir J pada Rabu (27/7/2022).

Namun, warganet melihat sikap Anam yang mencurigakan di mana kertas yang dipegangnya dilipat dan diduga agar tidak diketahui wartawan.

Dikutip dari Kompas TV, Anam pun meminta publik agar menonton video konferensi pers itu secara utuh agar terhindar dari informasi yang tidak benar.

"Lihat (video secara) lengkap," tuturnya pada Jumat (29/7/2022).

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat memberikan keterangan perkembangan kasus Brigadir J atau Yoshua.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat memberikan keterangan perkembangan kasus Brigadir J atau Yoshua. (Tangkap layar akun Youtube Kompas TV)

Sementara terkait isi kertas tersebut, Anam menjelaskan isi dari kertas besar yang dipegangnya adalah catatan penyelidikan yang masih mentah sehingga perlunya analisis lebih lanjut.

Baca juga: Respon Ayah Brigadir J Sikapi Protes Pihak Istri Ferdy Sambo Soal Pemakaman Secara Kedinasan

Adapun detail dari isi kertas itu, kata Anam, adalah rekaman data cell dump yang berisi banyak nomor ponsel warga di sekitar lokasi peristiwa penembakan.

Anam menjelaskan alasan tersebut diberikan lantaran tidak dimungkinkan untuk dipublikasikan ke publik secara langsung.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved