Ibadah Haji 2022

Kisah Guru Ngaji Tunanetra dari Bangka Pergi Haji : Tak Bisa Melihat Kabah Tapi Hati tetap Tergetar

Ajni mengaku kerap menangis selama Tanah Suci, terutama ketika ia thawaf atau berkeliling Kabah masih tidak percaya ikut ibadah haji

Penulis: Aji Bramastra
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Aji Bramastra
Ajni bin Senen bin Hasan (55 tahun), seorang ustadz tunanetra yang mengajar hafalan Al Quran asal Bangka Barat, Kepulauan Riau. Di tengah keterbatasannya tak bisa melihat indahnya dunia sejak kecil, Ajni bisa pergi berhaji tahun ini. 

Ia berangkat bersama Kloter Palembang (PLM-4) pada 28 Juni 2022.

Ajni mengaku kerap menangis di Tanah Suci, terutama, ketika ia thawaf atau berkeliling Kabah.

"Saya terus menangis. Saya masih tidak percaya bisa sampai sini (Tanah Suci)," kata Ajni.

Kondisi Ajni sendiri memang lemah.

Kondisi itu harus membuatnya thawaf dengan kursi roda.

Seorang jemaah haji dari Bangka Barat, yang kebetulan kerap salat di masjid tempat Ajni mengajar membaca Quran, setiap hari yang mendorong kursi roda itu.

Bahkan, ia haris dibadal atau diwakilkan saat lempar jumrah.

Penyebabnya, saat menjalani prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina, Ajini beberapa kali  jatuh sakit.

Dia sempat diinfus saat di Arafah.

Baca juga: Peristiwa Langka Jelang Kepulangan Jemaah Haji di Bandara Madinah, Hujan Pertama dalam 3 Tahun

Meski penuh perjuangan, toh Ajni bisa melalui ibadah haji yang menguras fisik itu.

Kini, Ajini berada di Madinah untuk menunggu waktu pulang ke Tanah Air.

Ia dijadwalkan pulang Sabtu (6/8/2022) dari Bandara AMAA Madinah.

Kepada Tribunnews.com, Ajni pun menitipkan pesan kepada kaum penyandang disabilitas.

"Tidak perlu khawatir, di sini dilayani dengan baik oleh petugas. Selama ikhlas dan niat, ada saja jalan," kata ayah dua anak ini. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved