Sabtu, 30 Agustus 2025

Polisi Tembak Polisi

LPSK Sebut Putri Candrawathi Belum Layak Diperiksa, Kamaruddin Beberkan Dugaan Motif Pembunuhan

Kondisi yang dialami Putri Candrawathi ini berpotensi mengalami gangguan yang berkepanjangan atas peristiwa yang mengerikan atau PTSD

Editor: Eko Sutriyanto
istimewa/kolase instagram/TIKTOK
Beredar cuplikan video Putri Candrawathi dirias. Video istri Ferdy Sambo ini lalu viral di media sosial. Netizen pun membandingkan saat Putri tampil di Mako Brimob. 

Merujuk pada buku berjudul DSMa 5, kata Psikolog & Grafolog, Joice Manurung,  PTSD terjadi karena paparan sifat langsung atau tidak langsung dari sebuah peristiwa yang bersifat traumatis.

Dan gangguan kecemasan ini bisa berdampak pada kualitas kehidupan.

"Ketika seseorang mengalami gangguan mental, yang sifatnya intens terjadi tekanan cukup siginfikan dalam diri kita," ungkap Joice saat diwawancarai Tribunnews, Selasa (16/8/2022).

Dampak lebih lanjut PTSD adalah menganggu komunikasi dan interaksi dengan orang sekitarnya.

Ia tidak bisa mengutarakan pendapatnya, ditambah ada gangguan mental lain yang menyertai seperti depresi kronik, atau delusional.

"Nanti muncul pikiran tidak wajar. Bahkan PTSD tidak disikapi penanganan medik dan terapi yang benar bisa berujung pada upaya mengakhiri hidup.

Foto Putri Candrawathi saat foto dengan tiga ajudannya, Brigadir J, Bripka RR dan Brigadir R. Beredar foto yang menunjukkan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi tengah berpose dengan ketiga ajudan kepolisian, termasuk Brigadir J.
Foto Putri Candrawathi saat foto dengan tiga ajudannya, Brigadir J, Bripka RR dan Brigadir R. Beredar foto yang menunjukkan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi tengah berpose dengan ketiga ajudan kepolisian, termasuk Brigadir J. (Grup WA via Tribunnews.com)

Efeknya bisa fatal kalau tidak dibantu untuk diselesaikan," tegas Joice.

Untuk prosedur penyembuhannyan dan butuh berapa lama?

Menurut Joice setiap orang itu bersifat kompleks unik sehingga tidak pernah ada gejala atau pun efek PTSD yang sama untuk setiap orang.

"Kalau pun ada, itu hanya mirip-mirip, tapi akan berbeda detailnya. Bentuk perilaku, ekspresi, adaptasi situasi, itu akan berbeda sehingga pemulihannya pun akan berbeda-beda," papar Joice lagi.

Proses penyembuhan tergantung pada karakter bawaan orang tersebut dan peristiwa traumatik yang telah terjadi.

"Contoh ada orang terkasih meninggal karena kecelakaan. Bagi setiap orang beda-beda penghayatannya. Sedalam apa sih, setakut apa, sesedih apa berbeda-beda, kedalaman PTSD nya juga berbeda-beda. Itu mengapa, proses atau cara, metode pemulihan akan berbeda-beda setiap orang," kata Joice menambahkan.

Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak: Ferdy Sambo Ketahuan Putri Candrawathi Simpan yang Cantik-cantik

Sehingga tidak pernah ada satu metode bisa dipakai untuk semua orang yang mengalami PTSD. Namun, kata Joice, ada dua treatment besar yang harus dijalani secara paralel.

Pertama ada treatment medik, sebelum memberikan penanganan ini, perlu melalui pengukuran diagnostik secara psikiater. Kemudian dilihat, pasien membutuhkan treatment medik sebesar apa.

Lalu yang kedua, treatment secara psikologis. Bentuk metode pun bermacam-macam. Ada yang menggunakan art terapi, hipnoterapi, berhavior terapi, atau sejumlah pendekatan healing dari beberapa bentuk.

Halaman
1234
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan