Lasmi Indaryani Tolak Bersaksi untuk Ayahnya Hingga Protes Rekening Gaji DPR Diblokir KPK

KPK memeriksa Lasmi Indaryani sebagai saksi untuk kasus dugaan TPPU yang dilakukan sang ayah, Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono

Editor: Wahyu Aji

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Lasmi Indaryani sebagai saksi untuk kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan sang ayah, Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono, pada hari ini, Selasa (30/8/2022).

Namun, pada pemeriksaannya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu menolak bersaksi untuk sang ayah.

"Karena kan kami punya hak ya, sesuai Pasal 35 untuk anak istri itu berhak untuk tidak memberikan kesaksian pada orang tuanya atau suaminya," ucap Lasmi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa malam.

Anggota DPR RI Lasmi Indaryani usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan TPPU sang ayah, Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Anggota DPR RI Lasmi Indaryani usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan TPPU sang ayah, Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Alhasil, Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat itu diperiksa untuk tersangka lainnya, Kedy Afandi selaku orang kepercayaan Budhi Sarwono.

"Saya memberikan kesaksian untuk saudara Kedy Afandi," katanya.

Lasmi kemudian mengaku bahwa rekeningnya sudah diblokir lantaran kasus yang menjerat ayahnya itu.

Menurut dia, pemblokiran rekeningnya terjadi satu tahun yang lalu. 

Dalam pemeriksaan, kata Lasmi, dirinya dicecar oleh penyidik salah satunya soal penggunaan rekening yang telah diblokir itu.

"Dilihat rekening saya dan sebenarnya rekening saya kan sudah lama diblokir, juga sudah bisa dicek. tapi mereka konfirmasi aja, ini untuk apa, ini untuk apa?" katanya.

Lasmi mengklaim wajar atas penggunaan rekening tersebut.

Baca juga: KPK Periksa Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat Lasmi Indaryani

Ia juga menampik rekening itu menjadi penampung hasil dugaan rasuah ataupun pencucian uang. 

"Padahal tidak ada sangkut pautnya dengan urusan ini," tutur dia.

Sayangnya, Lasmi tak bisa menyebutkan total pasti uang yang ada di dalam rekening itu. 

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved