Jumat, 29 Agustus 2025

Pilpres 2024

2 Jam Bertemu, Puan Maharani Ungkap 3 Poin Kesepakatan PDIP dan PPP

Puan mengatakan PDIP dan PPP bersepakat bahwa untuk memenangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres).

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Johnson Simanjuntak
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Jajaran pengurus DPP PDIP menggelar pertemuan bersama DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekitar kurang lebih dua jam di kantor pusat PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (29/5/2023). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran pengurus DPP PDIP menggelar pertemuan bersama DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekitar kurang lebih dua jam di kantor pusat PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (29/5/2023).

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengungkapkan tiga poin kesepakatan dalam pertemuan tersebut.

Puan mengatakan PDIP dan PPP bersepakat bahwa untuk memenangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres).

Selain itu, kedua partai politik (parpol) itu juga bekerja sama untuk memenangkan pemilihan legislatif (Pileg) 2024.

"Kedua, bagaimana memenangkan pileg yang akan datang bersama-sama untuk satu tujuan yaitu bagaimana bangsa ini ke depan akan menjadi semakin lebih baik, semakin maju, dan semakin bisa mensejahterakan rakyat," kata Puan dalam konferensi pers.

Puan menuturkan kesepakatan yang ketiga adalah PDIP dan PPP bersepakat agar Pemilu 2024 berlangsung secara gembira dan santun.

"Pesta demokrasi yang akan kita lampaui nantinya pada 14 Februari 2024, kami sepakati akan kita jalankan pesta demokrasi itu dengan gembira, dengan santun, dengan beretika untuk bisa memenangkan calon-calon yang memang menjadi pilihan rakyat demi bangsa dan negara," ujarnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono berharap silahturahmi antara partainya dengan PDIP bisa menjadi spirit untuk memperkuat kerja sama menghasilkan racikan capres dan cawapres yang tepat.

"Sehingga dapat mengusung program kerja pro rakyat pada Pemilu 2024 mendatang," ungkap Mardiono.

Baca juga: PDIP Akui Pertimbangkan Sosok Islam Moderat Jadi Cawapres untuk Ganjar Pranowo

Mardiono menegaskan bahwa Pemilu adalah pesta demokrasi yang bisa dinikmati rakyat untuk menentukan kedaulatannya.

"Kami sepakat mengantarkan kedaulatan rakyat itu ke yang sesungguhnya. Nah landasannya adalah tidak boleh kita membelah-membelah rakyat atau membenturkan rakyat," imbuhnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan