Senin, 1 September 2025

Autonomous, AI Hingga Satelit Diprediksi Jadi Tren Industri Teknologi Perang Masa Depan

sistem autonomous tidak hanya dalam arti UAV atau drone alias pesawat tanpa awak melainkan juga menyangkut robot-robot taktikal.

Penulis: Gita Irawan
Tribunnews.com/Gita Irawan
Direktur Operasional PT Len Industri Tazar Marta Kurniawan saat Media Gathering di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (13/9/2024). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Operasional PT Len Industri Tazar Marta Kurniawan memprediksi sejumlah teknologi akan menjadi tren industri pertahanan atau peperangan di masa depan.


Setidaknya, terdapat tiga teknologi yang diramalkan akan menjadi tren.

Baca juga: Israel Mau Perang Besar, Lebanon Bersiap Keadaan Darurat: Ratusan Rumah Sakit Siaga Tinggi


Pertama, kata dia, adalah teknologi autonomous atau nirawak.


Ia menjelaskan sistem autonomous tidak hanya dalam arti UAV atau drone alias pesawat tanpa awak melainkan juga menyangkut robot-robot taktikal.


Robot-robot taktikal tersebut diprediksi bakal memiliki kemampuan  menjelajahi medan perang di darat sehingga memudahkan pasukan infanteri atau kavaleri di Angkatan Darat.

Baca juga: Benjamin Netanyahu Berupaya Menipu ICC dengan Penyelidikan Bertahap atas kejahatan Perang di Gaza


Hal itu disampaikannya saat Media Gathering di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (13/9/2024).


"Teman-teman pernah lihat nggak? Contohnya saja kalau nonton (film) Transformer itu kan ada yang kayak serangga yang jalan-jalan begitu. Itu nggak mustahil nanti di Angkatan Darat memerlukan itu," kata dia.


"Autonomous, bisa mengintai, bisa jalan. Kalau terbang kan ketahuan. Kalau ini kan jalan pakai energi listrik, baterai, bisa bergerilya menghadapi medan-medan yang belukar segala macam. Itu teknologi autonomous," sambung dia.


Kedua, kata dia, adalah teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.


Teknologi AI, kata dia, sangat penting. 


Ia mencontohkan hal tersebut dengan teknologi radar.


Ke depannya, kata dia, teknologi radar akan dikembangkan dengan AI sehingga memiliki kemampuan untuk tidak hanya mengidentifikasi objek melainkan juga mampu memprediksi manuver dari objek tersebut.

Baca juga: Sebut Netanyahu sebagai Mesin Perang, Senator AS Desak Pemerintah Hentikan Bantuan Uang untuk Israel


Sekarang, kata dia, radar berteknologi AI tersebut tidak hanya digunakan untuk pesawat tempur melainkan juga di laut bahkan di dalam laut.


"Kalau pesawat musuh dia itu menghilangkan ciri-cirinya sedemikian rupa. Ciri-cirinya nggak ketahuan, objeknya saja terbang kita tahu bentuknya," kata dia.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan