Minggu, 31 Agustus 2025

Jokowi Mania Tuding Ada 'Pesanan' di Balik OCCRP Rilis Joko Widodo Masuk Daftar Pemimpin Terkorup

Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel mengatakan bahwa kredibilitas  terhadap OCCRP tersebut dianggap diragukan.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Mantan Presiden Jokowi dan sang istri Iriana sarapan pagi di Soto Triwindu, Minggu (27/10/2024). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang masuk ke dalam daftar pemimpin terkorup di dunia menjadi sorotan.

Relawan Jokowi memberikan tanggapan terhadap penilaian Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) tersebut.

Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel mengatakan bahwa kredibilitas  terhadap OCCRP tersebut dianggap diragukan.

 

Dia mengaku tidak tahu indikator korupsi yang sudah dilakukan Jokowi.

“Kredibilitas dan netralitas tim penilai OCCRP sangat meragukan, terbukti dari hasil penilaian mereka yang ngawur. Apa yang dikorupsi Jokowi?” kata Noel kepada wartawan, Rabu (1/1/2025).

Noel pun menilai OCCRP telah melakukan perang tidak langsung kepada Jokowi dan Indonesia. Sebaliknha, dia menuding temuan OCCRP itu meripakan pesanan atau perpanjangan tangan (proksi) pihak tertentu untuk menyudutkan Jokowi

Noel menjelaskan pesanan itu bisa berasal dari kelompok tertentu di dalam negeri maupun berasal dari organisasi di berbagai negara.

“Ketika ada pihak yang berusaha menyerang Indonesia dengan memojokkan mantan pemimpin nasional, kita harus bersatu melawan. Ini soal martabat kita sebagai bangsa. Jadi masalah ini tak bisa dianggap remeh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Noel mengatakan, perkembangan di negeri kita belakangan ini, di mana penegakan hukum sengaja dipersepsikan pihak tertentu sebagai serangan secara politik. Karenanya, OCCRP diminta membuktikan alasan memasukan Jokowi dalam nominasi.

“Maka kalau OCCRP memang netral dan imparsial, jelaskan kriteria dan fakta mana yang dimasukkan dalam kriteria tersebut. Jangan menarik asumsi tanpa data dan fakta yang jelas. Jangan pula hanya berdasarkan persepsi yang tidak faktual,” jelasnua

"Kita pantas mencurigai hasil penilaian OCCRP, karena ada yang mengatakan, OCCRP menarik kesimpulan berdasarkan nomisasi/voting dari pembaca hingga jurnalis dunia. Penentuan finalis tergantung masukan publik, pembaca, jurnalis, dan pihak lain relasi OCCRP," sambungnya.

Adapun OOCRP merupakan lembaga independen yang berfokus terkait isu korupsi dunia.

Dikutip dari situs resminya, OOCRP menobatkan sederet finalis yang masuk sebagai 'Person Of the Year 2024 in Organized Crime and Corruption'.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan