Korupsi KTP Elektronik
Singapura Tak Lagi Aman untuk Koruptor Sembunyi, Boyamin Yakin Semakin Banyak yang Takut Korupsi
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyebut Singapura tak lagi jadi tempat yang aman untuk koruptor bersembunyi.
Penulis:
Rahmat Fajar Nugraha
Editor:
Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meyakini pemberantasan korupsi di Indonesia bakal semakin membaik.
Hal itu dikarenakan Singapura tak lagi jadi tempat yang aman untuk koruptor bersembunyi.
Diketahui Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kasus korupsi megaproyek e-KTP, Paulus Tannos, telah berhasil diamankan.
Paulus Tannos yang terjerat perkara korupsi dengan kerugian negara Rp2,3 triliun ini ditangkap oleh otoritas Singapura di Bandar Udara Internasional Changi Singapura.
"Dan proses itu (Penangkapan Paulus). Saya yakin akan menjadikan pemberatasan korupsi akan semakin bagus, karena apa? Orang-orang yang lari ke Singapura itu akan bisa dipulangkan ke Indonesia," kata Boyamin dihubungi Senin (27/1/2025).
Atas penangkapan Paulus tersebut diyakininya jadi titik balik untuk orang-orang yang selama ini merasa berani korupsi dengan cara segera kabur ke Singapura. Kalau ketahuan korupsinya dan merasa aman di sana.
"Maka sudah tidak ada tempat yang aman untuk bersembunyi dari korupsi. Dan ini akan menjadi efek jera. Karena kalau korupsi tidak bisa lari ke mana-mana dan pasti akan bisa dikejar," terangnya.
Ia meyakini orang akan semakin takut untuk melakukan tindak pidana korupsi di Tanah Air.
"Efeknya adalah orang korupsi makin takut. Dan kita berterima kasih kepada Singapura yang sudah mau bekerja sama untuk memulangkan orang-orang yang buronan, yang terkait dengan korupsi. Karena selama ini Singapura jadi seakan-akan surga bagi orang yang lari dari Indonesia," tandasnya.
Diketahui Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kasus korupsi megaproyek e-KTP, Paulus Tannos, telah berhasil diamankan.
Paulus Tannos yang terjerat perkara korupsi dengan kerugian negara Rp2,3 triliun ini ditangkap oleh otoritas Singapura di Bandar Udara Internasional Changi Singapura.
“(Ditangkap, red) di Changi,” kata seorang sumber, Jumat (24/1/2025).
Menurut sumber, Paulus Tannos baru saja mendarat di Changi sehabis bepergian dari luar Singapura.
Ihwal penangkapan Paulus Tannos di Singapura awalnya dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
Baca juga: Buronan KPK Paulus Tannos Tertangkap di Negeri Singa, Singapura Bukan Lagi Surga Para Koruptor
Otoritas Singapura menangkap Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra itu berdasarkan permintaan KPK.
Korupsi KTP Elektronik
Setya Novanto masih Bagian Keluarga Besar Partai Golkar |
---|
Setya Novanto Dapat Diskon Vonis, Remisi, Bebas Bersyarat, Feri Amsari: Hukum Tajam ke Orang Kecil |
---|
Bebas Bersyarat Setnov Dinilai Cacat Hukum, MAKI Ungkap Bukti Pelanggaran |
---|
KPK Koordinasi dengan Bareskrim Polri soal Perkembangan TPPU Setya Novanto |
---|
Melihat dari Dekat Rumah Mewah Setya Novanto di Pondok Indah yang Dijaga Sejumlah Petugas |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.