Jumat, 29 Agustus 2025

Kasus Korupsi Minyak Mentah

Klaim Pertamax Tak Dioplos, tapi Pertamina Akui Tambahkan Zat Aditif untuk Tambah Performa Produk

Pertamina menjelaskan Pertamax yang dijual di SPBU tak dioplos, melainkan dicampurkan zat aditif untuk menambah performa.

Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
PERTAMAX OPLOSAN - Kondisi mesin pom bensin Pertamax di SPBU Mampang Prapatan, Jakarta Selatan nampak sepi pembeli usai adanya praktik pengoplosan Pertalite ke Pertamax oleh petinggi PT Pertamina, Rabu (26/2/2025). Tampak antrean BBM di mesin pom bensin Pertalite. Pertamina menjelaskan Pertamax yang dijual di SPBU tak dioplos, melainkan dicampurkan zat aditif untuk menambah performa. 

TRIBUNNEWS.com - PT Pertamina Patra Niaga menegaskan Pertamax yang dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak dioplos.

Meski demikian, pihak Pertamina mengakui adanya penambahan zat aditif untuk Pertamax.

Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, memastikan tidak ada proses pengubahan RON untuk Pertamax.

"Di Patra Niaga, kita terima di terminal itu sudah dalam bentuk RON 90 dan RON 92, tidak ada proses perubahan RON."

"Tetapi, untuk Pertamax, kita tambahkan zat aditif. Jadi di situ ada proses penambahan aditif dan penambahan warna," ungkap Ega dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (26/2/2025).

Menurut Ega, penambahan zat aditif itu dilakukan untuk meningkatkan performa mesin kendaraan.

Baca juga: Adu Utang 6 Petinggi Pertamina Tersangka Korupsi Pertamax, Agus Purwono Capai Rp6,3 M

Ega menjelaskan, penambahan zat aditif bertujuan sebagai antikarat, detergensi supaya mesin menjadi lebih bersih, dan membuat ringan kendaraan.

Ia menyebut penambahan zat aditif juga dilakukan untuk bensin maupun solar.

Selain itu, penambahan zat aditif juga bertujuan untuk menambah nilai dan performa produk.

Ia menjelaskan, sudah ada rumusan yang menjadi standar dalam menambahkan produk zat aditif untuk Pertamax.

Rumusnya adalah setiap satu liter Pertamax, ditambahkan 0,33 militer.

"Penambahan-penambahan aditif tersebut adalah sifatnya untuk menambah value dari performansi produk-produk tersebut. Skema ini juga sama dengan badan usaha yang lain," jelas Ega, dilansir Kompas.com.

Lebih lanjut, Ega mengungkapkan zat aditif itu didapat dari Afton Chemical Corporation, berdasarkan hasil lelang

Sebagai informasi, Afton Chemical Corporation adalah perusahaan yang mengembangkan dan memproduksi zat aditif minyak bumi.

"Produknya untuk aditif cuma satu yang kita pakai. Sebenarnya dari Afton," kata Ega.

Kejagung Pastikan Pertamax Dioplos

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan