Jumat, 29 Agustus 2025

Tambang Nikel di Raja Ampat

Sekarang Jadi Masalah, Dulu Tom Lembong dan Cak Imin Getol Tolak Hilirisasi Nikel: Ugal-ugalan

Baik Tom Lembong dan Cak Imin dulu merupakan orang-orang yang tegas menolak hilirisasi nikel untuk pemanfaatan sumber daya alam

|
Tribunnews.com/Taufik Ismail
HILIRISASI NIKEL - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, (3/1/2025). Baik Tom Lembong dan Cak Imin dulu merupakan orang-orang yang tegas menolak hilirisasi nikel untuk pemanfaatan sumber daya alam, sekarang tambang nikel di Raja Ampat jadi masalah 

Namun menurut Ketua Umum DPP PKB itu, hilirisasi nikel yang dilakukan pemerintah ugal-ugalan.

"Saya setuju bahwa potensi sumber daya alam kita harus terus kita promosikan."

"Namun harus dicatat, gara-gara kita mengeksplorasi nikel ugal-ugalan lalu hilirisasi tanpa mempertimbangkan ekologi, mempertimbangkan sosialnya," ucap Cak Imin.

Selain itu, lanjut Cak Imin, masifnya buruh asing juga menjadi permasalahan di balik hilirisasi yang dilakukan pemerintah.

"Di sisi lain pemasukan dari nikel, kita juga sangat kecil. Dan yang paling parah, nikel kita berlebih produknya, sehingga bukan harga tawar kita naik, malah kemudian kita jadi korban policy kita sendiri," ucap Ketua Umum DPP PKB itu.

Cak Imin menambahkan,  hilirisasi nikel hanya memberikan keuntungan yang sedikit bagi negara.

"Sementara kita masa depannya jadi tidak jelas, di sisi lain kita mengorbankan lingkungan dan sosial kita, sekaligus keuntungan yang sangat terbatas bagi negara," papar dia.

Masalah Tambang Nikel Raja Ampat

Tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, kini jadi sorotan imbas ancaman kerusakan lingkungan yang diakibatkannya dan mengancam kawasan ekowisata di perairan Raja Ampat.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, menyebut pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi tambang nikel di Raja Ampat.

DISKON TARIF LISTRIK 50 PERSEN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku belum mengetahui, terkait paket kebijakan ekonomi yang salah satunya memberikan insentif tarif listrik sebesar 50 persen mulai 5 Juni 2025.
DISKON TARIF LISTRIK - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku belum mengetahui, terkait paket kebijakan ekonomi yang salah satunya memberikan insentif tarif listrik sebesar 50 persen mulai 5 Juni 2025. (Nitis Hawaroh/Tribunnews.com)

Diketahui penambangan nikel ini dilakukan oleh PT Gag Nikel, anak usaha dari PT Antam (Persero), Tbk.

Tak hanya itu, Bahlil juga akan mendatangi langsung lokasi tambang nikel di Raja Ampat tersebut.

Bahlil mengungkap, kedatangannya ke lokasi PT Gag Nikel, selaku pemegang izin tambang nikel bisa dilihat secara objektif. 

Ketum Partai Golkar ini menyebut ia akan datang ke lokasi tambang nikel di Raja Ampat pada minggu-minggu ini.

Berbarengan dengan agendanya untuk ke Sorong, mengecek sumur minyak dan sumur gas disana.

"Ini kebetulan saja, dalam waktu minggu-minggu ini saya lagi mau ke Sorong sesuai dengan agenda saya beberapa minggu lalu."

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan