Senin, 1 September 2025

Viral Data Pribadi 700 Ribu Individu Diretas, Kemhan: Bersifat Publik

Kemhan telah melakukan investigasi bersama tim teknis keamanan siber dan satuan kerja terkait sikapi peretasan data pribadi.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Gita Irawan
KEMHAN - Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) sekaligus Juru Bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Frega Wenas saat wawancara di kantor Kementerian Pertahanan RI Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2025). Frega mengatakan Kemhan telah melakukan investigasi bersama tim teknis keamanan siber dan satuan kerja terkait. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beredar unggahan di media sosial X yang menyebut data pribadi milik 700 ribu individu telah diretas dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada Rabu (10/7/2025).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) sekaligus Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang mengatakan Kemhan telah melakukan investigasi bersama tim teknis keamanan siber dan satuan kerja terkait.

Terkini, ia mengatakan berdasarkan penelusuran sementara, data yang dipublikasikan merupakan data CPNS Kemhan tahun 2021, khususnya terkait hasil pengolahan nilai Seleksi Kompetensi Dasar oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
 
"Data tersebut sebenarnya bersifat publik dan merupakan lampiran surat dari BKN yang memang pernah diunggah pada website Kemhan sebagai bentuk transparansi pada saat itu," kata Frega saat dikonfirmasi pada Kamis (10/7/2025).

Namun, lanjutnya, data yang diunggah tersebut telah diturunkan oleh Biro Kepegawaian Kemhan, guna mencegah potensi penyalahgunaan dan menjaga ketertiban informasi.

Baca juga: Viral, Data Pribadi 700 Ribu Individu Diklaim Telah Diretas dari Kemhan

Saat ini, kata Frega, website utama Kemhan termasuk email resmi dan data strategis lainnya, dalam kondisi aman serta tidak terdampak secara signifikan. 

Website yang sempat diretas, ungkapnya, merupakan website internal lama Biro Humas yang aplikasi keamanannya sudah berakhir di awal tahun lalu, bukan portal utama Kemhan.

Sebagai upaya antisipatif, kata dia, Kemhan telah melakukan audit internal maupun penguatan sistem keamanan, dan berkoordinasi dengan satuan kerja keamanan siber serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

Baca juga: Kejagung Koordinasi dengan Kemlu Untuk Periksa CEO Navayo Terkait Kasus Korupsi Satelit Kemhan

Langkah-langkah penguatan yang dilakukan, kata dia, merupakan bagian dari komitmen Kemhan dalam menjaga integritas dan keamanan informasi, khususnya yang berkaitan dengan data publik. 

"Sedangkan proses pembaruan dan peningkatan prosedur keamanan siber secara berkelanjutan terus dilakukan, untuk mencegah potensi gangguan serupa, guna menjaga kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen maupun layanan Kemhan," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial X yang menyebut data pribadi milik 700 ribu individu telah diretas dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

Akun @H4ckmanac dalam unggahannya di X pada Rabu (9/7/2025) pukul 15.13 WIB menyebut peretas yang mengklaim telah melakukan hal tersebut menggunakan akun alias DigitalGhost.

Akun H4ckmanac juga mengunggah tangkapan layar yang memuat logo Kemhan yang bertuliskan Biro Humas Setjen Kemhan RI di sebelahnya.

Tertera juga di bawahnya tulisan "LAMPIRAN PENGUMUMAN PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG (SKB) CPNS KEMENTERIAN PERTAHANAN WILAYAH JAKARTA".

Termuat juga dalam tangkapan layar itu tulisan "NO NIK NO_PESERTA NAMA_KTP TANGGAL SESI RUANG LOKASI_UJIAN_SKB NAMA_JABATAN UO PENEMPATAN".

"Data yang terekspos tersebut kabarnya meliputi informasi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor peserta, nama lengkap, tanggal ujian, sesi, lokasi ujian, posisi pekerjaan, dan departemen yang ditugaskan terkait dengan proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Pertahanan," tulis @H4ckmanac dikutip Rabu (9/7/2025).

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan