Sidang Tahunan MPR
Pidato Kenegaraan Perdana, Prabowo Kenang Jasa Presiden dari Soekarno hingga Jokowi
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengenang jasa para pendiri bangsa yang telah memproklamasikan kemerdekaan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Pidato kenegaraan adalah pernyataan resmi yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia di hadapan lembaga legislatif, biasanya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI setiap tanggal 16 Agustus.
Baca juga: Prabowo Sebut Transisi dari Jokowi Lancar dan Terhormat, Dunia Beri Pengakuan
Pidato ini memiliki fungsi penting dalam sistem demokrasi sebagai bentuk akuntabilitas, transparansi, dan komunikasi langsung antara pemerintah dan rakyat.
Sidang Tahunan MPR adalah forum resmi kenegaraan yang diselenggarakan setiap tahun oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, biasanya menjelang Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.
Baca juga: Puan Pidato Sidang Tahunan di Depan Prabowo: Kekuasaan Bukan untuk Menakuti Rakyat
Sidang ini merupakan bagian dari tradisi ketatanegaraan yang bertujuan untuk menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga tinggi negara kepada rakyat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengenang jasa para pendiri bangsa yang telah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Menurutnya, proklamasi menjadi puncak perjuangan panjang bangsa Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri.
"Pada hari ini saudara-saudara sekalian yang saya hormati pada tanggal 17 Agustus 2025, 80 tahun sudah para pendiri bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia, proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 adalah momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk berdiri di atas kaki kita sendiri," kata Prabowo.
Presiden menegaskan setelah deklarasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia masih berperang selama lima tahun untuk merebut kemerdekaan dengan senjata dan diplomasi.
"Dengan semua kekuatan kita hingga kedaulatan kita benar-benar dapat kita rebut dan diakui pada tahun 1949," katanya.
Presiden menegaskan, sejak saat itu para pendahulunya dari Presiden pertama hingga Presiden ketujuh bekerja keras membangun bangsa, demi mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Presiden kemudian menguraikan kontribusi masing-masing presiden terdahulu terhadap bangsa dan negara Indonesia.
Diantaranya yakni Presiden Soekarno yang memimpin perjuangan pembentukan NKRI, mempertahankan keutuhan wilayah, dan mengintegrasikan Irian Barat.
Presiden Soekarno, atau dikenal juga sebagai Bung Karno, adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat dari 18 Agustus 1945 hingga 12 Maret 1967.
Ia merupakan tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan dikenal sebagai Bapak Proklamator bersama Mohammad Hatta.
Kemudian Presiden Soeharto yang telah melakukan pembangunan ekonomi secara merata, mewujudkan swasembada pangan, dan meletakkan dasar industrialisasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PIDATO-KENEGARAAN-PRABOWO-15-AGUSTUS.jpg)