Rabu, 13 Mei 2026

OTT KPK di Kementerian Tenaga Kerja

Great Institute : OTT Wamenaker Menjadi Momentum Bersih-bersih Kabinet Prabowo

GREAT Institute menyatakan keprihatinan atas operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Immanuel Ebenezer Wamenaker. 

Tayang:
Penulis: Erik S
Editor: Wahyu Aji
/TRIBUNNEWS.com
OTT KPK - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenekar), Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, tertangkap tangan (OTT) dalam operasi senyap KPK di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Kamis, (21 Agustus 2025). Berdasarkan informasi dari tiga aparat penegak hukum, operasi ini menjaring sekitar 20 orang. Selain Immanuel Ebenezer, turut diamankan seorang pejabat eselon II di Kementerian Ketenagakerjaan beserta pihak-pihak lain yang diduga terlibat. (TRIBUNNEWS.com) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – GREAT Institute menyatakan keprihatinan atas operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Immanuel Ebenezer Wamenaker. 

KPK menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau dikenal sebagai Noel ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

"Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dihubungi pada Kamis (21/8/2025). OTT tersebut digelar KPK pada Rabu (20/8) malam.

Direktur Komunikasi GREAT Institute, Khalid Zabidi juga pada saat yang sama menyampaikan apresiasi atas kerja konsisten KPK dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Kami sangat prihatin atas OTT KPK terhadap Wamenaker, Immanuel Ebenezer, bahwa praktik koruptif masih bergentayangan di lingkungan kantor kementerian" ujar Khalid. 

Menurut keterangan KPK, Immanuel Ebenezer yang dikenal sebagai punggawa Joman atau Jokowi Mania di tangkap karena diduga melakukan pemerasan atas kepengurusan sertifikasi K3 perusahaan.

Immanuel dikenal sebagai aktivis dan lantang membela para pekerja terutama terkait penahanan ijazah pekerja oleh perusahaan.

Pada saat yang bersamaan dalam keterangannya Khalid Zabidi juga  menghargai kerja keras KPK dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"KPK harus menjadi garda terdepan dalam kerja-kerja pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia," Kata Khalid yang juga adalah aktivis 98 ITB.

Khalid, mengimbau kepada para penyelenggara negara agar mematuhi arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang secara tegas dan terang dalam pidato kenegaraan di Sidang Bersama DPR RI dan MPR RI, 15 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memberantas korupsi secara tegas.

"Saya pikir Presiden sudah tegas dan jelas sikapnya terhadap pencegahan dan pemberantasan korupsi, saya berharap para jajaran kabinet dan penyelenggara negara lainnya agar mematuhi perintah Presiden Prabowo untuk tidak melakukan korupsi dalam menjalankan tugas mereka, komitmen Presiden ini harus didukung penuh." Jelas Khalid Zabidi.

Khalid Zabidi, juga mengatakan, langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Prabowo ini sekaligus membersihkan kabinet dari unsur orang yang tidak sejalan dengan misi Prabowo dalam memberantas korupsi.

"Kejadian ini juga sekaligus menandakan dan momentum pembersihan total di kabinet Presiden Prabowo," pungkas Khalid Zabidi.

GREAT Institute adalah lembaga pemikiran (think tank) yang didirikan mendukung pemikiran progresif revolusioner Presiden Prabowo Subianto.

GREAT yang merupakan singkatan dari Global Research on Economics, Advance Technology, and Politics, diluncurkan di Jakarta Selatan pada Selasa (3/6/2025). 

Baca juga: Juru Bicara Istana Ungkap Respons Prabowo Soal Wamenaker Immanuel Ebenezer Kena OTT KPK

Lembaga ini digagas Dr Syahganda Nainggolan, yang menjabat ketua Dewan Direktur, bersama sejumlah tokoh nasional, termasuk Moh Jumhur Hidayat sebagai Ketua Dewan Pembina.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved